Memangkas Bobot Template Jadi Seringan Kapas

Ini sangat penting. Bagaimanapun salah satu kenikmatan browsing adalah ketika terasa ringan membuka-buka tiap halaman suatu website atau blog, tidak membutuhkan waktu loading kelewat lama. Apalagi jika yang digunakan adalah paket internet sekelas ekonomi lemah, dengan kata lain bisa mempercepat akselarasi dan hemat kuota. Karena tidak semua pengunjung memiliki fasilitas yang benar-benar mumpuni, sementara keinginan ngenetnya cukup tinggi. Sehingga untuk mengobati kekurangan mereka, maka seorang admin harus pandai-pandai mengelola rumah mayanya. Yakni salah satunya dengan cara memberi keringanan pada saat loading halaman.

Walaupun penampilan itu penting, tapi tidak selamanya dapat memberikan kenyamanan. Coba bayangkan, jika anda berada di sebuah beranda blog dengan panorama yang indah tapi sangat membebankan jaringan internet untuk membuka, butuh waktu lama untuk membuka suatu halaman. Apa jadinya? Paling anda langsung kabur sebelum sempat halaman tersebut terbuka secara utuh.

Nah, maka pada edisi kali ini. Saya coba untuk berbagi pengalaman tentang meningkatkan kecepatan bukaan blog, ibarat mesin di tune up atau dikorek biar bisa masuk ke kelas underbone kelas 10.000 cc. Supaya enteng di akselarasi dan nyeruntul di top speed, walau cuma mengandalkan jaringan GPRS. Kecepatannya mudah-mudahan bisa lebih kencang dari motor GP-nya Valentino Rossi, cacatan waktunya bisa lebih secepat jet tempur lagi nyungsep (mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama atau gelar).

- Pertama
Warna yang dipergunakan tidak terlalu banyak, biarpun cuma sedikit tapi cukup kontras dan mecing. Contohnya kayak blog saya ini, mirip tv jadul, cuma hitam – putih. Tapi jangan salah, signalnya cukup kencang lho. Untuk menentukan warna yang padu, mungkin sebaiknya anda jalan-jalan ke website professional sebagai bahan pembanding. Atau bisa juga nanya-nanya ke emak Igun, konsultan fashion di D’Academy 2 Indosiar, mengenai pemilihan warna yang sedikit tapi nyambung enak dipandang mata.

- Kedua
Sudah pasti, harus membuang widget yang tidak perlu. Secara fungsi cuma nyempit-nyempitin sidebar. Apalagi asesoris bertabur bintang-bintang yang saling mengintili saat kursor digerakkan atau embel-embel apalah-apalah yang lainnya. Termasuk juga widget iklan kudu lebih selektif pemasangannya, maksudnya ambil beberapa iklan tapi cukup produktif dalam mendulang dollar, dari pada banyak tapi nggak ada hasilnya. Betul?

- Ketiga
Saatnya anda masuk ke menu edit template, adalah membuang semua spasi yang tidak perlu pada tiap script. Misalnya, seperti di bawah ini. Tapi ini cuma contoh lho yaa…

       <a href=”http://www.alexa.com/siteinfo/ord-channel.blogspot.com”>
               <script src=”http://xslt.alexa.com/site_stats/js/s/a?url=ord-channel.blogspot.com” type=”text/javascript”>
                        </script>
      </a>      <br/>

Kenapa juga nggak dibikin jadi kayak gini nih;

<a href=”http://www.alexa.com/siteinfo/ord-channel.blogspot.com”>
<script src=”http://xslt.alexa.com/site_stats/js/s/a?url=ord-channel.blogspot.com” type=”text/javascript”></script></a><br/>

Semuanya digeser atau dipadatkan ke kiri. Selain jadi kelihatan montok eh enak dilihat, juga jadi ringkas bukan?

- Keempat
Pada saat posting jangan terlalu banyak memuat gambar yang sifatnya hanya sebagai asesoris, kecuali jika benar-benar diperlukan sebagai penguat keterangan. Itu pun sebaiknya, ukurannya diperkecil atau bobot dikompres atau formatnya diubah supaya jadi lebih ringan dari sebelumnya.

- Kelima
Sepertinya, untuk yang ini rada sulit deh. Soalnya harus memvalidasi coding, supaya valid. Anti warning dan error. Untuk tutor mengenai markup validation HTML5, nanti deh lain kali disambung. Sekalian dilengkapi sama beberapa bagian yang masih ketinggalan. Karena saat nulis posting ini cuma mengandalkan gadget android, agak ribet ngetiknya.