Puisi yang ditulis oleh penyair pemula akan mudah ditebak bentuknya, mirip mainan bongkar pasang. Dari kata-kata yang berantakan, lalu disusun rapi, kemudian dipoles dengan istilah cantik. Maka jadilah sebuah paragraf puitis, cukup memukau tapi tetap saja rasanya hambar.
Artinya. Kembalilah ke jalan yang lurus. Puisi bukan panggung tempat menyanyikan lagu sendu, bukan tempat main kembang api kata-kata, bukan pula etalase syair. Tapi sebuah makna yang melampaui dari apa yang dikatakan, menembus batas cakrawala, menerobos sekat puncak imajiner, menyelusup perlahan ke dalam dinding kesadaran. Bertenaga, membangkitkan suatu kelumpuhan dan dapat melumpuhkan semua kekuatan. Bernyawa, lebih hidup dari segala kehidupan. Mampu menghadirkan kehidupan setelah kematian, bahkan sanggup menghidupkan sebuah kematian.
Malah bingung?
Karena penulisnya seorang blogger bersertifikat penyair. Hahahaha...