Siapa yang dapat mendefinisikan cinta secara asmara?
Walaupun dijabarkan dalam rangkaian kata, tetap cinta adalah rasa. Pemaknaan definisinya cukup dimengerti oleh hati. Bagai benih yang terhambur di tanah basah, disinari oleh bias-bias sinar matahari hari maka lambat laun tumbuh berdaun, menampakan putik lalu berbuah untuk kembali bertunas dan beregenerasi. Begitu seterusnya dalam kurun peradaban kehidupan dunia. Kesemuanya memberi makna kehidupan secara alamiah.
Perjalanan asmara berisikan senandung lagu merdu, tiada hari tanpa cinta. Bahkan bait-bait cinta kadang membutakan, keluar dari akal sehat, mendepak semua analogi realistis. Arwah asmara akan bergentayangan tanpa arah, karena ia milik hati dalam tubuh yang masih memiliki ruh. Maka disitulah harmonisasi kehidupan cinta, tanpanya niscaya manusia akan kehilangan makna hidup. Tetapi pada kenyataannya, mereka rela teraniaya oleh cinta sejatinya, berkorban demi satu kata ketulusan.
Pelabuhan asmara cinta merangkak dari tahap ke tahap lainnya, perjalanan dalam mempertahankan cinta sejati seringkali perlu meneteskan air mata demi memiliki seseorang yang dicintai, bahkan menorehkan guratan luka batin. Merasa kehilangan makna hidup bila tanpa cinta. Sehingga, lebih dari separuh perjalanan hidup manusia hanya untuk cinta dan saling mencintai. Bahkan, tumbuhnya kebencian berawal dari atas dasar nama cinta.
Tuhan memberikan pasangan yang diambil dari bagian tubuhnya sendiri. Seruas tulang rusuk, berjumlah ganjil, tidak lurus dan mudah patah.
Dapat dibayangkan secara dramatis, meredam kepiluan disebabkan kerinduan terhadap gelora cinta. Karena cinta maka akan melampaui segala yang telah dimiliki. Tidak jarang seorang wanita, cinta terhadap kekasihnya lebih hakiki dari pada menjaga kehormatan cinta pria lain yang telah memilikinya terlebih dahulu. Begitu kuat daya tarik menarik kedua kutub magnet cinta. Jauh di pedalaman yang belum tersentuh oleh jakauan tangan-tangan manusia sekalipun memungkinkan tumbuhnya butir-butir cinta, kehangatan di tengah gurun salju tercipta oleh rasa cint, di padang gersang yang tandus akan saling menggigil tatkala tidak ada selimut cinta.
Ketika dalam kondisi kebimbangan cinta namun tetap mempertahankan keyakinan cintanya, adalah wujud keliaran karakter manusia dalam mencintai. Bahkan, berani melawan penyimpangan kodrati demi atas nama cinta, bebas memiliki dalam menentukan cinta. Karena cinta adalah rasa bukan pemikiran. Ketika cinta tidak dapat memberi kenyamanan namun dipandang sebagai teror yang nikmat, untuk dinikmati secara bersama-sama. Saling menyayangi dan mencintai tanpa batas dinding cakrawala, sangat kecil bentuknya terletak di naluri setiap insan.
Berbahagia mereka telah hidup dengan cinta, memiliki, merawat, melaksanakan, serta menaungi kehidupan dengan perasaan cinta terhadap sesama.
Tidak mudah untuk mengungkapkan cinta, sebab cinta adalah sebuah perasaan, tidak bermakna selain mewujudkan maknanya sendiri. Cinta dapat menyebabkan seseorang menjadi bahagia, gembira, susah, kecewa, sakit hati, bahkan bisa melupakan segalanya. Sulit untuk ditebak kemana arah langkah perjalanan cinta nantinya, terkadang cinta pula yang membuat seseorang menjadi berkhayal. Ambisi untuk memiliki, mau menerima kenestapaan demi mendapatkan pengakuan cinta, juga rela merana untuk mempertahankan cinta.
Cinta adalah perasaan kasih dan sayang, apalagi bagi merka yang sedang jatuh cinta. Seolah cinta tersimpan rapi di dalam sanubari, terukir bersama memorial untuk kemudian dikenang. Tetapi ketahuilah; jika memang cinta itu bersemi maka getaran rasa lebih dulu menyatakannya, jauh sebelum mengucapkan kata-kata. Begitu juga saat cinta telah pergi, tanpa diucapkan denyut nadinya telah dulu mati, getarannya tanpa nyawa.
Berikut ini adalah cara melatih kepekaan dan empati terhadap pasangan, agar filosofi cinta dapat mengurai kebahagiaan sampai akhir masa bersama seseorang yang dicintai.
Berikut ini adalah cara melatih kepekaan dan empati terhadap pasangan, agar filosofi cinta dapat mengurai kebahagiaan sampai akhir masa bersama seseorang yang dicintai.