Apakah menulis secara asal nyablak akan memberi arti pada dunia blogging, dapat mencerahkan?
Ketika anda berkunjung ke blog butut ini, mungkin sering tertipu dengan kemasannya, setelah membaca isi barulah sadar telah terperdaya oleh sepucuk rayuan manis judul. Maka sebelum nyimak sampai selesai, pastikan bahwa anda tidak buta huruf, sebab ocehan saya kali ini memang disuguhkan hanya untuk bayi di bawah umur. Saya tahu, anda sedang merasa kesulitan dalam menemukan judul ciamik, apalagi menggarap ide penulisan yang menarik. Sudah membeli bermacam buku panduan menulis yang baik dan benar tapi tetap saja belum berhasil mahir nulis, mungkin juga sudah mengunyah ribuan tutorial menulis tapi hasilnya tidak memuaskan. Hal tersebut karena anda hanya nyimak teoritis dan tidak dari pengalaman, karena profesi hanya seorang dosen bahasa bukan penulis kurang ajar seperti saya.
Padahal sebenarnya belajar nulis itu gampang, syaratnya adalah punya kemauan. Di tempat kursus inilah yang menyebabkan saya jadi mudah menulis. Bukan hanya itu, banyak pilihan cara cepat menulis sampai resep meracik artikel enerjik, serta kiat meramu pesona judul. Tidak percaya?
Saya tunggu anda di kelas. Jam pelajaran sebentar lagi dimulai.
Secuil gelitik ide ini sangat mengganggu pikiran kalau tidak segera diluncurkan, kebelet ingin buru-buru dicurahkan. Jemari tangan terasa gatal-gatal kalau dalam sehari saja tidak bisa menikmati surga jurnalis, kemudian bersenggama dengan alam maya. Ditemani alunan lagu kesukaan, secangkir kopi mix tanpa ampas dan beberapa gelintir rokok putih sudah siap menemani untuk mendendangkan lagu ceria di peraduan kolom entri baru.
Walaupun sebenarnya tidak ada topik penting yang ingin dibahas, bahkan sampai saat ini masih cari-cari ide. Padahal pernah saya katakan, ide jangan dicari, karena ia akan datang sendiri. Jinak-jinak merpati, dikejar malah lari sambil mengibas-ngibaskan ekornya dan jika dicuekin justru menghampiri bahkan hinggap di pundak sambil nyanyi-nyanyi kecil. Mungkin, inilah yang disebut dengan curcol, sambil posting tapi bisa melegakan setelah puas curhat kepada mesin blogspot. Ya, saya nikmati saja kesunyian inspirasi lewat monolog, celoteh asal nyablak tanpa makna, tapi mungkin saja nantinya akan ada sebuah pesan moril yang terselip di sana.
Sedikitnya bisa saya asumsikan. Bahwa, manusia harus mampu mengunyah dan mencerna setiap peristiwa, walau terasa pahit, sebagai pelajaran berharga agar dapat memperoleh hikmah positif. Banyak orang mengabaikan hal-hal kecil, padahal di balik hal yang disepelekan itu tersimpan kekuatan sangat dahsyat. Tanpa disadari, dari sekedar curhat saja bisa juga mengambil intisari buram inspirasi.
Bagi saya, teknis menulis hanya sebagai bumbu pelengkap. Sedangkan bahan dasarnya adalah kemauan dan keberanian, bagaikan anak kecil yang baru belajar ngomong, mereka membicarakan apa saja yang ingin diucapkan. Kalau anda memang ingin mencoba, mungkin bisa berawal dari konsep tulisan yang seperti ini, menumpahkan apapun yang ingin ditulis. Entah ketika sedang sedih, kecewa, marah, gembira, menangis, tentang perjalanan cinta, putaran roda kehidupan, motivasi diri dan sebagainya. Menorehkan kejadian yang paling berkesan, bukan mustahil nantinya bisa dirombak jadi cerpen.
Tapi pada kenyataannya, menulis bukan perkara mudah, lebih sulit dari sekedar bicara. Sebab, tujuannya agar terasa lebih hidup. Celakanya, memulai kebiasaan baru dan mengubah kebiasaan lama tidak gampang, justru kadang sulitnya minta ampun ketika terbiasa berbicara lisan, kemudian diungkap ke dalam bahasa tulisan. Padahal jika mau belajar komunikasi via bahasa tulisan, layaknya BBM-an tapi cerdik dalam pemilihan kata maka menulis akan terasa mudah seperti lagi ngobrol dengan diri sendiri. Sayangnya, hal ini hanya berlaku bagi mereka yang gemar beruji coba saja.
Pernahkan anda tanpa belajar naik sepeda tapi langsung bisa mahir mengendarainya?
Sama saja dengan menulis, mengolah kata-kata seperti bermain akrobat, tapi tentunya akan terasa setelah anda melompat dan menceburkan diri pada kobaran kata-kata. Ide adalah seperti sumur zam-zam, semakin ditimba dan diambil airnya maka isinya jadi kian melimpah ruah.
Manakala membuat sebuah tulisan, jika itu dapat menginspirasi pembaca, berarti bisa dikatakan berhasil dalam membangun gagasan. Pengungkapan suatu pengalaman tertentu paling gampang, karena hanya tinggal memidahkan pemikiran atau perasaan dari kejadian yang kemudian disalin menjadi bahasa tulisan. Misalnya, menceritakan kebodohan diri sendiri. Memang dalam menyajikan tulisan sekelas asal nyablak bisa dikatakan kurang berbobot, namun energi terbesar adalah hikmah yang bisa diambil dari kecerewetan penulisnya, paling tidak sebagai media pengingat bagi diri sendiri agar lebih teliti lagi. Hanya orang bodoh yang jatuh dua kali dilubang yang sama. Memetik pelajaran dari kisah kebodohan seseorang, maka insting saya langsung mereview lewat tulisan ini. Semoga yang bersangkutan tersindir dan akhirnya tersinggung untuk mengakui sikap kebodohan yang berharga untuk diketahui oleh orang banyak.
Sebelum menulis, kerap yang menjadi pemikiran adalah mau nulis apa?
Biar gampang, kenapa tidak dari pengalaman yang paling dekat saja, menyelingkuhi gagasan yang kadang suka berbelok arah?
Contohnya. Walaupun saya belum pernah berselingkuh namun sudah puluhan kali diselingkuhi, tapi sejujurnya hal tersebut yang menciptakan diri saya sebagai seorang pakar perselingkuhan. Maka saya bayangkan, di lingkungan sekitar pasti akan terjadi kasus perselingkuhan, apapun bentuknya. Sehingga si pelaku akan berusaha mencari cara untuk menyembunyikan skandal tersebut, bahkan bisa jadi justru ada bersusah payah browsing kiat agar perselingkuhan mereka tidak terbongkar. Maka peluang inilah yang saya manfaatkan untuk menyelingkuhi pemikiran menjadi imajinasi, berandai-andai bahwa saya adalah seorang konsultan ahli dalam menyelesaikan berbagai kasus perselingkuhan.
Seorang konsultan tidak harus pandai, tapi mereka perlu cerdas dalam menanggapi suatu permasalahan, mampu menganalisa dan pandai bersilat lidah untuk meyakinkan klien. Termasuk anda mungkin juga begitu bukan, turut menyebarluaskan beragam informasi lokal maupun dunia tapi belum tentu mengetahui fakta peristiwa yang sebenarnya, namun karena percaya diri dalam menuliskannya dan kemudian diposting maka ribuan pembaca mengamini berita asal jiplak.
Hal inilah yang menyebabkan saya sering sekali menyelesaikan kasus perselingkuhan, terutama ketika saya harus setia berpikir saat menyampaikan tulisan ilmiah, tapi karena dianggap aneh seolah lagi pura-pura bijak dan sok pinter maka lebih sering menyelingkuhi gagasan, membayangkan suatu keadaan yang kemudian bicara semaunya. Beranggapan bahwa, imajinasi saya saat ini sebagai multi talenta dalam menangani beragam masalah kesulitan menulis. Akhirnya ngawurlah ide penulisan kali ini, mungkin termasuk juga yang kemarin-kemarin dan yang akan datang.
Asal nyablak...asal-asalaan ya..
ReplyDeleteiya Mas, dari pada nggak nuLis :D
Deletesip lah, yang penting mah percaya diri dulu ya mas, biar banyak orang yang mengamini meskipun kebenarannya belum pasti juga :)
ReplyDeleteanggap aja Lagi iseng-iseng berhadiah, iseng-iseng nuLis hadiahnya traffic :D
Delete