Menulis adalah hal yang menyenangkan, dapat menyebarkan informasi kepada orang lain secara luas. Dan lebih menyenangkan lagi kalau sudah mampu membuat tulisan yang mudah dipahami oleh pembaca, membuat mereka merasa terlibat sepenuhnya. Seperti berbicara, menulis juga perlu dikembangkan dan terus mengasah keterampilan. Pembicaraan di suatu seminar, di majelis taklim atau di tempat-tempat lainnya akan mendapatkan pendengar terbatas, namun dengan mempublikasi tulisan di media internet memungkinkan dapat menyerap pembaca tanpa batas. Kecuali yang masih buta huruf.
Sedangkan video vlog di bawah ini adalah tutorial cara membuat vlog kreatif, juga berkaitan dengan resep menulis kreatif.
Sedangkan video vlog di bawah ini adalah tutorial cara membuat vlog kreatif, juga berkaitan dengan resep menulis kreatif.
Tulisan akan lebih jauh dalam menyentuh dan penggalian unsur informasi, karena umumnya menulis mengarahkan kontribusi kepada pembaca. Menulis dapat dilakukan oleh siapapun dan dimanapun. Ibarat pasar, fungsinya adalah tempat bertemunya antara pembeli dan penjual. Pembeli membutuhkan barang yang dicari, sementara pedagang memerlukan laba, kedua belah pihak saling menguntungkan maka itulah yang disebut pasar sehat.
Pada jaman sekarang, internet merupakan akses tercepat dalam publikasi informasi. Kalau jaman dulu, buku diary berfungsi sebagai ajang curhat dan catatan pribadi, kini blog atau situs jejaring sosial lainnya dapat juga dijadikan sebagai buku catatan elektronik.
Mengisi waktu luang dengan menulis, sangat mengasyikan lho. Setidaknya sudah menuangkan semua beban dan pemikiran, kalau kesemuanya disimpan tanpa tercurahkan, kasihan otak, memorinya terbatas untuk menyimpan sesuatu pandangan. Anggap saja blog sebagai tempat penitipan ide dan hasil kreatifitas dalam bentuk tulisan, di samping itu minimal numpang ngetop di dunia maya raya. Hal itu cuma salah satu tujuan, masih banyak tujuan lain yang dapat diambil manfaatnya, mungkin sebagai tempat belajar atau membangkitkan keahlian yang selama ini terkubur. Dari hasil menulis iseng-iseng, mana tahu juga suatu saat nantinya jadi penulis terkenal.
Banyak penulis hebat berawal dari kebiasaan menulis celoteh ringan, karena mereka gemar berlatih maka lama-kelamaan pisau keahliannya menjadi semakin tajam. Biarpun di kemudian hari tidak menjadi penulis ngetop, anggap saja selama ini iseng-iseng berhadiah, yakni menulis yang hadiahnya adalah tingkat pengetahuan.
Dalam dunia tulis menulis merupakan bagian dari seni dalam menyalurkan informasi, sehingga bersifat praktek. Bukan berisi sekarung teori gombal mukio tanpa proses uji coba, tetapi membagikan segudang wawasan, prinsip keilmuan. Terserah bidang apa saja yang sedang diujikan.
Misalnya, menulis puisi. Berarti sedang menguji perasaan, apakah benar bait-baitnya mengalir berdasarkan suatu ungkapan dari apa yang didengar, dilihat dan dirasakan. Sehingga efeknya dapat menyentuh hati pembaca. Mereka turut mencucurkan air mata ketika puisi tersebut menyanyikan lagu sendu, mereka akan terenyuh ketika menyaksikan syair menyayat, mereka yang garang pun tiba-tiba bisa berubah lebay bila mendengar elegi, mereka yang pemarah juga bisa tertawa jika diberikan susunan kata bernada humor, mereka yang … juga …
Misalnya, menuliskan informasi. Merupakan sebuah sajian praktek wawasan, bukan sekedar teori sosialisasi dari suatu berita atau ilmu pengetahuan. Memahami materi dan kemudian diberikan opini pembanding, antara pemikiran objektif wawasan maupun subjektif argumentasi, yakni perpaduan dari rumus baku dengan realitas.
Misalnya, menulis tutorial maupun SEO. Adalah sebuah praktek dari penerapan keberhasilan dalam suatu pengaplikasikan, inilah yang disebut dengan fakta otentik. Bagaimana mau mengupas bahasa HTML/CSS jika belum mengetahui fungsi dan cara kerjanya? Apakah layak menuliskan tips trik SEO bila konten-konten di blog anda sendiri terpuruk di search engine, nomer satu dari belakang?
Misalnya, menulis …, Yakni suatu … Tapi apa jadinya kalau tidak memahami …?
Jika menulis dijadikan sebagai catatan dari praktek, tentunya akan banyak wawasan yang bisa digali. Maka pahami dahulu materinya, barulah memberikan pandangan. Bila dirasa sajiannya dianggap kurang menarik, biarkan saja karena pada edisi tulisan berikutnya dapat dilakukan perbaikan agar lebih enak dibaca, walaupun sebenarnya berawal dari gagasan sederhana.
Kata kuncinya, adalah mau mencoba dan getol beruji. Dengan kata lain, seni menulis adalah mencatat apa yang dilakukan dan melakukan yang dicatat.
Sedangkan bagi pembaca, sebenarnya untuk memahami suatu wacana sangat mudah. Maka sebelum membaca, guyurlah kepala dengan air kopi, atau mematikan bara rokok di jidat. Jika bukan seorang pengopi maupun perokok, benturkan kepala sekeras-kerasnya ke monitor komputer atau ke layar smartphone. Cara ini tidak disarankan tapi kalau mau mempraktekan, ya silahkan, tidak dilarang. Sebab resiko ditanggung oleh pembaca.