Sebenarnya puisi bukanlah pamer kata-kata indah, tapi menyisipkan kata-kata manis sebagai setuhan lembut. Dengan catatan, itupun jika diletakkan secara tepat. Puisi yang mengusik adalah yang menggetarkan hati, ekspresi batin yang terlahir alami. Bukan sekedar menggabungkan kata-kata pemikat menjadi satu, tetapi memikat dengan penggalan-penggalan kalimat menjadi satu makna.
Paham? Yuk, kita lanjutkan!
Contoh;
Aku akan selalu merangkai kata-kata
Menjadi sajak paling indah memuat namamu
Menjejakkan beberapa tetes kisah tentang kita
Karena pernah menamaimu dengan rindu
Analisa;
Kekuatan puitisnya lemah. Terlalu banyak torehan kata-kata indah, tapi kosong ekspresi batin.
Pembanding;
Biarkan aku menulis padamu
Sebagai seekor ulat bulu di atas batu
Seraya menunggu tatapanmu walau sejenak
Namun engkau tetap mendengkur di peradaban terasing
Artinya. Merangkai kata-kata indah supaya tampak manis, ada aliran makna tersembunyi di balik ekspresi batin tersebut. Bahkan melampaui dari perkataan, bisa pula dibongkar satu persatu menjadi cerpen. Lalu, bagaimana cara menulis puisi yang mampu mencubit perhatian pembaca?