Di tangan seorang penulis, baik itu yang belum bermerk atau sudah terdaftar di lembaga sastra, karya sastra apapun akan mudah dirubah ke dalam bentuk lain. Sebab, secara awan sastrawan dianggap mengada-ada. Bahkan sering disebut tidak masuk akal dan memang seperti itulah yang disebut seni sastra.
Puisi adalah pemadatan kalimat, penggalan-penggalan kalimat yang saling berhubungan. Biasanya ditulis secara spontan tanpa proses editing. Sedangkan cerpen, adalah mainan tarik ulur benang bahasa. Prosesnya mirip ketika sedang main layang-layang. Bait-bait singkat pada puisi diurai panjang lebar menjadi beberapa paragraf, dan disebutlah cerpen.
Dengan kata lain. Terciptanya puisi adalah karena adanya bahasa ekspresi jiwa terhadap suatu peristiwa, kemudian kejadian tersebut dipadatkan yang ungkap ke dalam bentuk bait per baik. Maka bagi penulisnya, jika memang puisi yang ditulisnya bukan hasil karang mengarang maka mudah saja bila puisi tersebut dibentangkan sebagaimana jalan cerita seutuhnya. Tinggal diberi sentuhan pemanis disana sini, bahkan puisi tersebut malah diubah menjadi karangan yang disebut cerpen.
jadi ada ide untuk membuat artikel yang berasal dari puisidengan membedahnya kayanya bakalan tambah keren nih blog saya....hlaaaa
ReplyDeletemangga dicoba wae Kang. kan jadi unik dan mungkin baru ada di beLantara internet, kaLo ubi ciLembu juga bisa dijadikan sebagai bahan kaLimat puitis atau puisi. hahahaaha..
Delete