Definisi Cinta Menurut Ideologi Mahasiswa

Sesuai dengan jenjang pendidikan dan disiplin ilmu pengetahuan yang dimiliki seseorang, kadang dalam mengartikan bahasa cinta memiliki perbedaan persepsi berdasarkan ideologi secara ilmiah. Misalnya menurut mahasiswa pada fakultas dan jurusan pendidikan tertentu, adalah sebagai berikut.

Mahasiswa ilmu sosial. Cinta itu sebenarnya adalah prinsip sosial yang paling baik, yaitu antara memberi dan menerima ada balans yang seimbang. Dilandasi oleh perasaan kasih dan kasihan.

Mahasiswa ilmu hukum. Cinta adalah angka-angka dalam pasal KUHP, jika hari ini ditangkap maka seumur hidup tidak boleh dilepaskan lagi. Jerat terus sampai memperoleh vonis dari Penghulu.

Mahasiswa ilmu sastra. Cinta seperti sajak-sajak satire, semakin panjang maka akan semakin mudah dihafal. Untaian yang kusut bisa simpul menjadi temali yang terulur rapi.

Mahasiswa ilmu kedokteran. Cinta bagaikan stethoskop dan texbook, bila tidak didekati maka tidak dapat melihat dan mendengar apa-apa. Suaranya lirih seperti saat pasien sedang membisikan keluhan penyakitnya.

Mahasiswa ilmu ekonomi. Cinta adalah prinsip ekonomi, dengan modal seminim-minimnya tapi harus mendapatt hasil yang sebesar-besarnya. Perlu memperhatikan kajian teoritis dari prinsip cara kerja purchasing, tawar semurah mungkin, jika perlu banting harganya.

Mahasiswa ilmu teknik. Cinta itu seperti gambar proyeksi, semakin dapat dilihat dari setiap sudut maupun segala pandangan maka semakin simetris dan baik dimensinya. Sebelum membangun konstruksi perlu memperhitungkan kekuatan pondasi, perbandingan antara beban dan kekuatan tumpuan.

Mahasiswa ilmu farmasi. Cinta laksana timbangan obat, semakin teliti cara menakarnya, maka dapat dirasakan semakin tidak memperoleh keseimbangan. Tiap komposisi selalu ada perbedaan skala takaran sesuai ketetapan acuan standard.

Mahasiswa ilmu matematika. Cinta adalah perhitungan integral dan differensial, panjang kali lebar tapi mengasyikkan. Walaupun terkadang ada kerumitan dalam menggunakan rumus turunan.

Mahasiswa ilmu geologi. Cinta tidak bedanya seperti seismograf, selalu bergetar setiap digunakan, getarannya lembut tapi terasa mengguncang denyut jantung.

Mahasiswa ilmu psikologi. Cinta seperti pasien penderita dellusi, dimana kata-kata selalu tidak pernah sesuai dengan kenyataan. Yakni, lebih menyukai pendustaan dari pada kejujuran, sebab kebohongan selalu menghasilkan keindahan, sedangkan kenyataan akan terasa pahit.