Sebelum anda mulai baca kisah tentang Si Rame Anak Fakultas Dodol, saya mau bebaik hati dulu, nyeritain tentang si Rame dan teman-temannya yang nanti bakal ikutan ngeramein cerita ini. Ya, kali-kali aja sewaktu-waktu anda lagi jalan-jalan sore ketemu sama mereka yang lagi ngeceng di mall, jadi kan bisa saling say hello. Secara garis besar, cerpen ini mengisahkan sepak terjang anak-anak muda yang berstatus sebagai mahasiswa, rata-rata karakter dari tiap tokoh yang diperankan lumayan bisa dibilang aneh bin ajaib, tingkahnya rada-rada konyok khas remaja yang menginjak masa dewasa. Dan juga dalam cerita ini menyuguhkan keunikan dari latar kehidupan dunia lain yang dapat membuat anda cengingisan sendiri, itu juga kalo bacanya nggak over fast reading.
* * * * *
Makhluk pertama yang saya ceritain adalah Rame. Orangnya lumayan keren, biarpun rambutnya tinggal sedikit, soalnya sering dicukur botum. Seringnya berpakaian dengan kombinasi warna hitam-putih, kayak orang mau interview kerja. Perawakannya sedang-sedang aja, tapi proporsional, getol diet kalo udah ngerasa kegendutan. Karena cita-cita dia ingin jadi orang yang gesit, kayak maling kalau lagi diuber polisi. Gaya bicaranya juga suka seenaknya, cuek tapi dia itu sebetulnya baik hati dan tidak sombong, walau kadang-kadang suka nyebelin. Sering ditaksir cewek kece parah, meski sudah punya gebetan. Dia juga paling doyan ngeledekin temen-temen deketnya seperti Tile, Singit atau Meymey. Satu yang perlu diperhatikan, selain mahasiswa tingkat akhir di kampus UGM (Universitas Gerombolan Madesu) yang nggak pernah lulus dari Fakultas Dodol, dia juga blogger gadungan di ORd Channel. Nah kalau soal kampus, terletak di Jl. Seputar Blongging No.123, Jakarta dan sekitarnya. Uniknya, kampus ini pasti jarang ditemui di kampus-kampus lain. Sebab, fakultas di kampus ini sangat lengkap dan banyak sekali jurusannya, kayak trayek metro mini. Tapi tiap fakultas cuma terdiri dari satu jurusan dan satu kelas, itu pun rata-rata jumlah mahasiswanya nggak lebih dari sepuluh orang. Hebatkan kampusnya?
Singit temen kuliah Rame, masih satu angkatan. Sering dijuluki playboy cap orang mules. Soalnya cowok satu ini ge-eran betul sich, sok ganteng. Punya hobi ngecengin dan naksir cewek cakep, meski belum pernah keterima. Dulunya, Singit juga pernah jadi saingan Rame untuk ngerebutin hati adik kelas yang lagi di Ospek, si Mini yang imut dan postur tubuhnya pun mirip dengan namanya. Artinya, kalau lagi jalan bareng nggak perlu gandengan tangan, soalnya kalau jalan sama Mini paling enak pundaknya diketekin. Banyak sekali sifat Singit yang ganjil dan bikin sebel temen-temennya. Jagoan ngutang, tapi bandit dalam soal pembayaran. Kalau kuliah, Singit kerap pake motor yang sudah minta ampun bututnya, mirip kayak tampangnya yang amburadul. Tapi kadang dia juga nggak bawa motor, suka nebeng minta dibonceng, alasannya untuk mengurangi polusi udara. Padahal maksudnya ngirit. Singit daya pikirnya juga rada ngepas, tapi selalu nggak mau kalah dalam hal apapun, sering terlibat perdebatan kagak puguh lagu. Maka itu ia banyak dibenci teman-temannya, terutama Amel, Ade, dan Angel. Dengan Meymey pun dia sering keliatan gasruk-gasrukan. Perlu diketahui, Singit ini kalo kuliah kadang-kadang suka bawa serep pampers. Soalnya dia sering ngompol kalo ada tugas kalkulus mendadak, apalagi kalau disuruh nyelesein soal maju ke depan. Makanya dia paling benci sama Pak Murdock, nama dosen kalkulus yang lumayan angker kayak kuburan baru.
Meymey juga temen sekelas Rame, tabiatnya juga rada ajaib, lincah dan bawel. Dan dalam hal menyebalkan, Meymey nggak kalah sama Singit. Cuma bedanya, kalo Singit hobi ngecengin cewek-cewek, sedangkan Meymey justru selalu berusaha dikecengin cowok-cowok. Maunya selalu berpenampilan menarik di muka umum. Kuliah pun, kalau bisa, ia lebih suka pakai rok yang seksi-seksi. Semua terjadi lantaran Meymey begitu ngebet ingin jadi bintang dangdut, tapi nggak kesampean. Soalnya nyanyi di kelas organ keliling aja suaranya udah fals. Keinginan itu akhirnya hanya terealisasi (ciye-ciye, bahasanya!) dalam sifat-sifatnya yang ngartis. Bahkan Rame dan konco-konconya menilai, gaya Meymey malah lebih mengartis dari artis sebenarnya. Pembicaraannya nyaris tidak pernah lepas dari soal keartisan dan popularitas.
Pokoknya, Meymey sudah ngerasa jadi artis betulan deh. Itu makanya kalau bepergian ia selalu bawa-bawa pulpen. Apa pasal? Dia bilang takut diserbu penggemar yang minta tanda tangan. Dan tingkah Meymey makin menyebalkan dengan gaya bicaranya yang gado-gado, menyelipkan kata-kata Inggris dalam pembicaraannya. Lah, kalau Cinta Laura cocok pake bahasa campur aduk, soalnya pernah mondok di Jerman. Tapi kalau Meymey, nggak ada pantes-pantesnya, misalnya kalau ngomong hati-hati di jalan, dia ngucapnya; “liver-liver on the road”. Udah gitu huruf “F” atau “V” tetap aja dibaca “P”. Tapi biar begitu, Meymey ini diam-diam ditaksir Tile. Betapa ngebet seniman sableng itu ingin memilikinya. Namun si artis kapiran (begitulah Rame menjulukinya), mereka tidak pernah klop dalam segala hal. Kisah cinta mereka yang ajaib itu, akhirnya menjadi keunikan tersendiri dalam cerita ini.
Sedang makhluk yang bernama Tile ini sebenarnya satu-satunya temen Rame yang nggak sekelas. Dia anak fakultas sastra. Teman-temannya menjulukinya Seniman Sableng. Ia juga termasuk dalam jajaran orang-orang gagal. Padahal cita-citanya sederhana, mau jadi penyair. Itu makanya gaya bahasanya selalu dibuat sesastra mungkin. Tile yang rada polos ini, setengah mati mencintai Meymey, tapi Meymey setengah hidup membencinya. Barangkali lantaran Tile punya penampilan acak-acakan, keteknya bau, rambutnya the kill and the kumel, makannya rakus, rada pedit, paling norak dan kalau dirumah suka ber-tarzan ria dengan cuma bercelana colour doang. Pokoknya nggak ada genteng-gantengnya deh. Seperti halnya Singit, Tile juga doyan ngutang di kantin. Dan dengan bahasanya yang selalu nyastra, memang menjadi kekhasan tersendiri baginya.
Masih ada juga beberapa tokoh lain sebagai figuran dengan masing-masing karakter jarang ditemui dalam kehidupan nyata, tapi tidak bisa disebutkan satu-persatu disini. Bukannya sengaja dirahasiakan, tapi akan anda ketahui sendiri setelah nanti membaca dongeng ini.
Masih ada juga beberapa tokoh lain sebagai figuran dengan masing-masing karakter jarang ditemui dalam kehidupan nyata, tapi tidak bisa disebutkan satu-persatu disini. Bukannya sengaja dirahasiakan, tapi akan anda ketahui sendiri setelah nanti membaca dongeng ini.
* * * * *
Nah, sesuai judul di atas maka sementara waktu sekian dulu prolog untuk cerpen konyol yang lingkup ceritanya di seputar lingkungan mahasiswa.