Jangan pernah percaya dengan nasehat gombal mukio yang menyatakan, bahwa tulisan berkualitas adalah yang mengandung manfaat. Tidak selamanya begitu! Itu sama saja memperlakukan dunia tulis menulis seperti menghadapi ujian skripsi. Terlalu serius, kaku dan menyulitkan diri sendiri karena meletakan pembaca seolah dosen penguji.
Penyebabnya tidak lain, karena penulisnya gila pengakuan dan mabuk pujian. Menulis adalah kreasi pembebasan diri, hak sepenuhnya diserahkan kepada si penulis. Bagaimanapun, takaran bumbu olahan dan corong saji opini anda jika itu adalah sebuah ide brilian maka akan mengusik hati pembaca. Tapi bila isinya kosong gagasan, cuma berupa kecap puja puji, seluwes apapun cara menyampaikannya maka akan membuat bete van bosen. Sama saja sebuah tarian tanpa iringan musik.
Pernahkah terpikirkan oleh anda, tidak selalu tulisan dari seorang penulis buku digandrungi di internet? Tapi kenapa artikel seorang blogger amatiran malah laris manis di internet? Kenapa tulisan seorang blogger iseng justru mengalahkan reputasi penulis buku terdaftar? Jadi, apa rahasianya membuat artikel agar selalu diburu pembaca?
Kira-kira seperti itulah yang disebut segmen, segala sesuatu punya market masing-masing. Yang harus dicermati, adalah kejelian dalam mengutarakan gagasan, mempertahankan target pasar pembaca karya-karya anda. Intinya tulisan ringan, encer dibaca tapi tidak kehilangan bobot kedalaman dan tetap mempertahankan gizi tulisan. Artinya, pengolahan sebuah gagasan yang mudah dicerna, gampang dikunyah tanpa harus merontokan urat saraf. Tetapi jika dibalik, akan terasa hebat menurut anda namun jarang dilirik pembaca.
Bagi pembaca, mereka yang lincah dalam menyajikan tulisan tentu saja menjadi ladang produktif di belantara maya. Bahkan membuat mereka lupa pulang, kesasar mutar-mutar di setiap halaman konten blog anda. Sedangkan nasib pemikir hebat, tulisannya seringkali dihindari.
Pesan saya. Kemaslah artikel anda seringan mungkin, walau encer tapi dapat mengusik perhatian pembaca. Atau anda akan mengutuk diri sendiri menjadi pahlawan frustasi di rimba internet, sudahlah susah menulisnya tapi tetap miskin daya pikat?
nasihatnya kuno, tidak menyesuaikan era modern, tulisan nasihat modern adalah mengkonsumsi glow enhanz biar suatu blog p[utih bersih.huhu
ReplyDeletebisa...bisa..., nyambung juga tuh antara nasehat kuno di dunia tuLis menuLis dengan nasehat modern penggunaan gLow enhanz :D
Deletengiklan dikit mas,hihi
Deletehahahaha..
Deletenggak apa-apa Mas, pokoknya kaLo ada peLuang promosi Langsung aja sikat sampe ke akar-akarnya dan nggak perLu maLu :)
hehe...naehat juga ternyata ada yang udah kuno ya kang udah gitu urusannya sama tulis menulis pula.
ReplyDeletegini aja deh, tolong dinilaikan dong tulisan-tulisan saya atuh kang, supaya bisa diperbaiki disana-sininya, abis tulisan saya mah suka ngga puguh juntrungannya sih..ditunggu pencerahannya yah
justru karya-karya Akang Lebih bagus, soaLnya niLai keunikannya terLetak pada nggak puguh juntrungannya. dan emang udah begitu brandingnya. hahahaha..
DeleteSetuju bingit sama nasehatnya mas.. Apalagi yang menyangkut menulis adalah hak sepenuhnya penulis.. di sini ada ruang kebebasan.. dan yang penting happy ya menulis itu.. manfaat itu ibaratnya syukur-syukur aja kalau menurut saya.. syukur-syukur tulisan saya ada manfaatnya... Hehehehehehehehehehehe :)
ReplyDeleteberbicara masaLah manfaat, saya tergantung segmen. karena percuma juga kan kaLo tuLisan tentang kemajuan teknoLogi informasi tapi rata-rata pembacanya bertiteL dukun beranak :D
Deletesemoga, seteLah dicek kesana bisa bermanfaat bagi saya khususnya :)
Saya yang masih tahap belajar dalam Dunia tulis menulis, khususnya di blog kadang masih bingung Om apakah tulisan saya di blog tsb ada yg baca atau gak yah hikhikhik, tapi karena saya mah ngeblog karena hoby yg penting happy saja ya Om, mau ada yg baca alhamdulillah misalnya nggak juga gpp .. paling nangis guling2 di kamar sambil ngabisisin kue sisa lebaran ... :D
ReplyDeleteLah sama wae, ini juga saya Lagi beLajar maka kadang aLurnya suka ngawur kemana-mana :D
Deletebiarin aja Kang, mau ada yang baca atau nggak, yang penting mah tugas nuLis udah seLesai dan bisa dibaca siapa aja yang mau baca. tapi kaLo sampe nggak ada baca sama sekaLi, itu mah namanya takdir kita sama, sama-sama guLing-guLingan sambiL ngopi buat seteLannya kue sisa Lebaran :D