Salah satu budaya dalam menyambut suatu perayaan biasanya dengan cara saling mengirimi kartu ucapan. Tapi di balik niatan baik itu ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, jangan sampai menimbulkan malapetaka. Saling berkirim kartu ucapan tidak dilarang, malahan baik untuk mempererat tali silaturahmi, tapi tata caranya penyampainya harus tepat guna.
Adapun contoh kartu ucapan yang dilarang, misalnya seperti di bawah ini.
1) Mengirimkan kartu ucapan melalui kantor pos tapi tidak dilengkapi dengan nama dan alamat lengkap si penerima, atau tanpa dibubuhi prangko. Itu sama saja ngerjain Pak Pos, mau nyari gratisan tapi kelewatan pelitnya.
2) Jika bermaksud ingin mengikuti trend tebar kartu ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri, tapi disampaikannya ke gereja, wihara, pura atau kepada umat yang beragama non-muslim. Proses pengiriman kartu dilakukan sesuai dengan momennya, jangan sampai saat natalan atau tahun baruan tapi yang dikirimkan justru kartu ucapan selamat hari valentine. Ya, nggak nyambung MasBrow.
3) Kartu ucapan terbuat dari kertas atau bahan lain yang ringan dan ringkas, tidak dibuat dari lembaran plat besi yang tebal dan lebar. Karena hal ini bisa menyebabkan kewalahan dalam biaya pemesanan maupun ongkos kirim.
Dengan mengirimkan kartu ucapan yang baik dan benar dapat menambah ikatan pertemanan dan bisnis
ReplyDeletedan sebaLiknya, bisa jadi maLapetaka kaLo saLah kirim :D
Deletesaya jarang ngirim kartu ucapan mas, biasanya kirim update status saja.hehe
ReplyDeleteitu juga bisa jadi maLapetaka Mas, kaLo saLah kirim status :D
DeleteSaya juga punya file ucapan boss...Insyaallah keren bingits..he..he.. (sombong MODE ON). Kalo berminat monggo mampir download. Asli gratis.
ReplyDeleteokok deh siap mampir ke TKP
Delete