Judul artikel ibarat sebuah wajah, jika mempesona tentunya tidak bosan dilihat, dampaknya akan membuat calon pembaca jadi terpikat untuk mengklik. Berawal dengan menampilkan wajah menarik, kemudian dipadu dengan sodoran paragraf awal menggoda, sehingga membuat saraf pembaca terasa dicubit mesra oleh bentuk tulisan-tulisan menggoda. Ibarat seorang pemancing, walaupun anda jago memancing ikan tapi jika salah umpan maka bersiap-siaplah untuk pulang dengan tangan kosong tanpa menenteng hasil tangkapan. Artinya, biarpun anda mahir menulis dan memiliki segudang wawasan, sanggup menelurkan karya-karya berbobot tetapi jika judulnya melempem maka dinyatakan telah gagal menulis.
Tujuan umpan pancingan ini untuk menghasut pengunjung agar mau membuka halaman lain, sehingga perlu kecermatan ketika menentukan judul supaya dapat memberi efek kekuatan magis atau memiliki daya sedot luar biasa. Dengan kata lain, adalah berusaha mengalihkan pandangan pembaca. Katakanlah di search engine posisi popularitas halaman suatu konten berada di papan bawah, tetapi setelah mereka menggulung kursor dan terkesan dengan judul menggoda, maka apa yang akan terjadi?
Misalnya, ketika anda membaca sebuah judul; “Bacaan Khusus Cowok Lebay”. Karena aroma judul memberi signal kekhususan, apakah menutup kemungkinan akan dibaca oleh siapa saja? Atau malah sebaliknya, jangan-jangan cowok alim bahkan kaum cewek malah jadi kepo, ingin tahu seperti apa kategori cowok lebay?
Kembali lagi dalam analogi memancing, para pemancing berusaha membuat umpan yang dapat menarik perhatian ikan, walau umpan tersebut dikhususkan untuk ikan emas, apakah ikan jenis lain sama sekali tidak turut mencicipinya?
Sebagai latihan, cobalah mempertajam kepekaan dalam menentukan judul. Misalnya anda jadi tertarik membaca suatu artikel karena terkesima oleh judulnya, begitu juga dengan pemikiran orang-orang di luar sana. Maka mengasah keahlian dalam membuat kreasi judul yang menarik, biasanya untuk jenis artikel popular, buatlah judul agak pendek antara 3 sampai 5 kata. Contohnya; Kalau Cinta Jangan Dusta. Hindari kalimat panjang seperti rangkaian gerbong kereta ekonomi, itu lebih cocok untuk judul skripsi, jangan sampai karena salah dalam menentukan judul akhirnya pembaca justru melewatkan artikel tersebut padahal isinya terbilang bagus. Silahkan eksplorasi sendiri tapi untuk judul jenis artikel berita atau tentang politik biasanya dibuat lurus dan langsung mengena pada pokok masalahan, kadang kala artikel berita juga memerlukan judul yang panjang, nah tinggal utak-atik saja diperpendek tapi tetap enak dibaca. Contohnya; Ongkos Politik Mahal Rakyat Jadi Korban.
Judul yang menarik tidak hanya memberi daya tarik tapi juga menunjukan kelas kemahiran dalam mengolah kata-kata, maka latihlah jemari anda dan mempertajam penalaran untuk menggoreskan untaian kata supaya menghasilkan kalimat judul yang enak dibaca. Jangan pernah merasa bosan, harus rajin-rajin mengolah judul, bahkan bila perlu buatlah beberapa judul untuk satu artikel kemudian di utak atik sampai merasa pas. Pada dasarnya, judul ibarat tampak muka rumah, terbayangkan kondisi tampilan luar saja begitu indah maka mencerminkan struktur bagian dalamnya juga tertata rapi. Walaupun selamanya tidak begitu, tapi itu tergantung anda dalam memperbaiki kualitas isi artikel maupun mempercantik tampilan kulit, jangan sampai seperti buah kedondong.
Jika pandai memanfaatkan akrobatik kata, maka jangan kaget kalau suatu wacana akan dilalap habis oleh pembaca. Kuncinya, walaupun tema yang dibahas merupakan gagasan serius tetapi di kaji secara santai, menggunakan tatanan bahasa universal, mudah dipahami segala kalangan, jika perlu disisipi oleh bahasa istilah agak gaul. Artinya, ide tulisan dengan latar belakang pembahasan berat tapi diungkap berdasarkan pendekatan bahasa sehari-hari yang biasa digunakan oleh kalangan umum. Contohnya; Selingkuh Lebih Kejam Dari Ibu Tiri. Yakni, teknik pemaparan yang mengindahkan tatanan bahasa Indonesia baku, melupakan EYD yang njelimet di mata. Selain itu ngarangnya juga bikin puyeng, belum nulis tapi sudah puyeng duluan akibat mikirin kerangka judul dan pembahasan.
Biar gampang membuat judul maka pakailah bahasa datar tapi menusuk mata, misalnya yang kayak begini; Kapan Saat Kewarasan Disebut Gila?
Bahasa penyampaian sejenis ini tentu memiliki arwah berbeda, selayaknya seorang penulis yang lagi ngobrol dengan para pembaca. Karena adanya kedekatan unsur human interest, dan jangan heran kalau tulisan model tersebut malah banyak digemari pembaca. Enggak percaya? Dicoba aja deh.
lupakan target kata kunci ya kang, kalo judul menarik lebih diminati, kadang kita nulis keyword di google yang uncul malah yang judulnya beda sama keyword yang ditulis.bner kan??
ReplyDeletekurang tau ya Kang, soaLnya saya jarang ngoLah-ngoLah keyword. kaLo mau mau nuLis, ya nuLis aja. masaLah keyword dan tetek bengeknya, saya mah nggak paham sama rumus-rumus yang begituan :D
DeleteJadi bikin judul itu meski yang bikin penasaran gitu mas?
ReplyDeletetapi kalau untuk membuat judulo seperti contoh diatas mah sepertinya saya belum bisa itu mah onani tingkat dewa,heu
nggak juga sih Kang, maksudnya meracik juduL yang bisa memberi efek psikoLogis atau menghentak perhatian pembaca.
DeleteHahaha ... Kalau cinta jangan dusta ... Kayak lagunya siapa atu? Judul unik memang menggelitik meskipun kadang isinya kurang sempurna namun dgn dibungkus judul lucu, unik, dll bikin pembaca salah masuk, hehehehe
ReplyDeletesaya juga Lupa tuh, sering denger Lagunya tapi nggak inget penyanyinya :D
Deletemoga-moga mah gitu jadi banyak yang saLah masuk, tapi asaL jangan disengaja aja bikin jebakan betmen :D
judul artikel yang penuh intrik dan menuai daya tarik untuk dibaca
ReplyDeletemenurut saya, ini penting guna meningkatkan daya tarik :D
Delete