Tadi agak sore sudah bobok manis tapi tengah malam malah terbangun. Tangan gerayangan kanan kiri eh cuma bisa ngelus-ngelus guling, harap maklum soalnya masih belum punya selingkuhan. Langsung loncat ke meja komputer deh, online di laman entri baru blogspot dan pindah ke paragraf berikutnya.
Apa yang mau ditulis?
Sebenarnya sudah ada ide tapi kebetulan lagi malas mikir, mendingan pemanasan untuk lenturkan jari-jari yang masih kaku kedinginan. Tapi mendadak kebelet pipis, mau ke toilet malas kena air dingin, soalnya dari tadi sore sampai sekarang langit mendung, agak gerimis gitu deh. Maklum saja karena saya belum punya water heater. Biarlah masih bisa ditahan sampai selesai nulis unek-unek yang bikin enek. Padahal cuma nulis-nulis kayak beginian tanpa manfaat, berisi hanya celoteh pepesan kosong, tapi saya masih saja serius membuat tarian kecil di atas keyboard komputer. Terus, kenapa anda masih tetap mau membacanya ya?
Terfaktakan, bahwa saya dan anda adalah seorang manusia asli, sama-sama punya perasaan, bukan robot atau mesin yang serba tangguh dalam kondisi apapun dan diperkerjakan bagaimanapun, selain gagasan serius namun tentu juga perlu ada selingan kekonyolan. Tulisan juga bisa sijadikan sebagai obat bius bagi pembacanya, siapapun dan dari kalangan manapun lewat sugesti opini yang benar-benar mudah dimengerti. Dan sebuah pernyataan yang harus digarisbawahi, mungkinkah ketika membaca bisa sambil terpingkal-pingkal kegirangan.Secara medis bisa untuk obat stress. Mesin saja sebelum digeber perlu pemanasan dahulu dan setelah ngebetot gas setinggi-tingginya maka sesekali perlu menurunkan putaran, biar tidak over heating. Manusia juga sama, begitu.
Wah, saya sudah mulai ngawur nih, semua jadi makin amburadul. Tapi saya sadar, pembaca juga perlu hiburan sebagai selingan pelepas ketegangan. Butuh relaksasi pandangan. Termasuk saya, lagi pula ini adalah hak saya, bebas untuk menulis apa saja dan tidak mewajibkan anda untuk terus membacanya. Tapi kalau mau baca hingga tuntas, yah silahkan, saya tidak melarang. Kedua belah pihak saling memiliki kemerdekaan.
Biarkan saja yang punya idealisme untuk sesuai dengan konsep blog masing-masing, berkutat di situ-situ saja. Hanya membahas tentang HTML, CSS, SEO, ranking alexa, google pagerank, search engine, keyword, meta tag dan rumus-rumus optimasi blog lainnya. Nanti juga kalau sudah jenuh, mereka akan sadar dengan sendirinya, bahwa kekonyolan itu memang perlu dan sangat dibutuhkan.
Sebenarnya kalau mau mengakui dari dalam hati yang paling dengki, mereka merasa kesulitan untuk mendapatkan bahan penulis yang berkutat disitu-situ saja karena terlalu bersikap kaku. Sok idealis. Jadinya setiap menulis pasti akan merontokkan sel-sel saraf cuma untuk membuktikan bahwa mereka pintar, ahli dibidangnya. Kalimat yang disuguhkan benar-benar steril dari bermacam virus aib. Coba misalkan kalau mau jujur mengungkap kebodohan diri sendiri, tentu akan mudah untuk menuangkannya. Sehingga sangat gampang untuk memperbanyak jumlah postingan. Dan punya hasil yang berbeda dari biasanya, (mungkin) justru akan dibilang unik. Tapi biarlah, saya tidak ikut campur, itu urusan mereka.
Pasalnya, saya juga punya urusan sendiri yang lebih penting, sedari tadi kebelet pipis sampai merinding nahannya. Lain kali enaknya pakai pampers kali ya biar nulisnya nggak buru-buru. Maka saya permisi sebentar mau pipis dulu, anda lanjutkan saja nyimak paragraf di bawah ini sampai selesai.
Artinya. Jika sudah mampu menyodorkan berbagai gagasan lelucon ngelantur, gila-gilaan asal jangan gila betulan. Teman dikala bete van bosen, lumayan dari pada lumanyun untuk menenangkan hati yang lagi runyem. Disajikan untuk tidak melarang pembaca tertawa atau cuma sekedar mesem saja, karena hanya pembaca sendirilah yang dapat menentukannya. Tulisan yang akan menghasut saraf ngakak mereka, sajian berbagai humor fiktif dari secuil ide konyol yang dapat menghibur. Adalah suatu tulisan kreatif yang akan menghasut supaya pembaca mau ngakak gila-gilaan sampai gila betulan.
Tetapi jika gejala nyengir terus berlanjut, maka anda bisa menyarankan pembaca agar segera konsultasi ke dokter spesialis mata atau THT. Begitu pula dengan kritik dan saran, dapat mereka sampaikan ke kantor pos terdekat atau telepon/SMS ke operator seluler sesuai provider yang mereka gunakan. Sedangkan penulis tidak bertanggung jawab atas efek samping apapun, resiko kebablasan sakit jiwa sepenuhnya ditanggung oleh pihak pembaca.
Semua resiko ditanggung bersama dong Kang.........
ReplyDeleteseharusnya begitu, jangan mau manisnya aja ditenggak bersama-sama :D
Delete