Pengkerdilan Logika oleh Standar Keimanan

Jika anda pemikir logis, maka jangan terhasut oleh dogma keimanan, percaya dan yakin berdasarkan hati. Agama hanya berupa media janji manis surga dan getirnya ancaman neraka. Perintah belajar hanya dilakukan oleh naluri mereka yang masih bodoh sempurna, sedangkan mensyukuri penyakit berlaku bagi mereka yang tidak pernah merasa sehat. Berarti dengan berlogika wajib untuk membebaskan diri dari segala keyakinan, karena kesadaran dalam bentuk iman hanya menyebabkan seseorang jadi berjiwa pengeluh, penakut dan tidak pernah merasakan hidup mandiri. Segala sesuatu akhirnya diserahkan kepada Tuhan, berujung dengan prilaku gampang berbuat salah lalu meminta maaf lewat ratapan belas kasih dan kemudian terbawa menjadi kebiasaan. Begitu terus rotasi kehidupannya. Maka jangan heran jika dari sekian banyak mereka yang beriman rata-rata sering menyelewengkan pemahaman, misalnya alibi berjudi adalah sebuah iseng-iseng atau hobi ngemis merupakan dalih pencarian berkah.

Ketika belajar dari buku agama, kemudian mendengar khotbah maka mereka meyakini pembenaran dari pernyataan seorang manusia berdasarkan penafsiran realita. Membenarkan dan yakin sampai di akhir hayatnya, nyaris sama sekali tidak menggunakan pikiran untuk menolak, bahkan tidak sanggup melawan dengan logika. Artinya sama saja dengan membebek, dogma keyakinan yang diwarisi secara turun temurun. Jika mereka berpikir dengan otaknya tentu akan merevisi kitab suci dan dalil-dalil yang tidak sesuai dengan akal sehat, bahkan akan membuat kitab sendiri yang isinya fleksibel melalui kerangka logis, seperti halnya peraturan dan perundang-undangan pemerintah yang sesuai dengan kebutuhan standar masyarakat di masing-masing wilayah, mutlak berdasarkan realitas sains hasil budi daya intelektualitas manusia.

Itulah sebabnya mereka yang terjangkit virus keimanan tidak pernah merasakan kebebasan hidup, selalu dihadapkan oleh dua pilihan, surga atau neraka yang menjadi hantu imajiner pada pemikiran yang terkungkung oleh nilai keimanan. Jiwanya dirundut perasaan khawatir, ketakutan yang menimbulkan kegelisahan akibat dari ancaman dosa karena keliaran otaknya terbentur dengan keyakinan, kebebasannya dibatasi oleh nilai keimanannya. Keimanan membuat sikap seseorang menjadi pamrih, berbuat sesuatu karena ada iming-iming bayaran, prilakunya hanya ingin memperoleh honor besar. Jika tidak ada pahala dan surga, apakah mereka akan tetap menjalankan semua perintah Tuhan? Jika tidak ada dosa dan neraka, apakah mereka akan menjauhi segala larangan Tuhan? Serta merta tetap rajin ibadah maupun bertingkah baik kepada kehidupan sosialnya, bahkan untuk mau tersenyum dan mendoakan orang lain pun karena sebuah imbalan?

Penafsiran ini berdasarkan karakter pemikiran yang merdeka melalui kecerdasan otak, namun berbeda artinya jika dihubungkan dengan foto copy bujuk rayu iman yang membatasi kerangka logika manusia. Maka jarang sekali ditemukan orang yang berani berpikir secara logis dalam soal keimanan dan kemudian dipuja sebagai geniusman, lebih banyak dijumpai mereka yang pandai karena transfer ilmu dari sesama manusia tanpa berani menerobos batas lalu dinobatkan sebagai profesor agama. Kecuali mereka yang atheis.

Oleh karenanya, iman tidaklah mutlak. Sebab belum memenuhi standar rasionalitas, penyamaan pemikiran dari setiap orang dari berbagai wilayah. Justru sering ditemukan mereka yang beriman malah saling tanduk menanduk pendapat, baku hantam argumen, tampar menampar aqidah, adu jotos moral, bahkan saling lempar sendal jepit dalil demi membela standar prosedur keimanan. Bermusuhan dengan saudaranya sendiri serta tidak jarang ada yang mengkafirkan pihak lain, apakah mereka tahu peruntungan akhir hayat orang tersebut justru jauh lebih baik darinya? Bukankah ini namanya mendahului kehendak Tuhan?

Itu karena mereka masih tolol, akibat memahami sesuatu ideologi yang tidak baku dan kerap terjadi perselisihan paham yang tidak pernah kunjung usai. Coba bandingkan dengan kriteria pemikiran rasional?

Maka sebab itulah, kenapa agama dan filsafat jarang akur?

Sehingga, berikanlah tempat kesadaran secara cerdas. Membuat ruang khusus bagi penyesalan yang selalu datang duluan. Belajar diam melalui tingkat kesadaran, membiarkan semua berlalu lalang begitu saja dan akhirnya melewati segala konflik dengan senyuman.
  1. pertamax ah, nguyup heula kopi meh rada semangat baca, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. disini mah stock pertamax seLaLu tersedia, soaLnya masih sepibangetman :D

      Delete
  2. yah jaman sekarang mah suka banyak yang beradu dallil padahal masih satu bendera ya kang, sungguh tragis jaman sekarang teh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kadang yang keLuar dari satu perut yang sama juga suka jotos-jotosan karena perbedaan daLiL :D

      Delete
    2. panatik itu jahiliyah (pembodohan) namun saya juga pernah dengar perbedaan dari umatku adalah rahmat.
      mudah-mudahan kita bisa hidup berdampingan tanpa saling menyakiti saudaraku.

      Delete
    3. semoga ya Kang, damai itu indah :)

      Delete
    4. damai itu tidak indah jikalau ditilang polisi. :D

      Delete
    5. biarpun cuma 20 rebu tapi eneg na sampe berbuLan-buLan ya Kang :D

      Delete
    6. euh marukankeun atuh. ngadadak hayang jadi ustad ari ditilang teh. hayang nyeramahan :)

      Delete
    7. hahaha.. ide bagus Kang, biar pada insyaf nu ngahaja niLang jeung nyiar sampingan :D

      Delete
  3. biarlah saya jadi juri diantara 2 perbedaan tersebut :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. justru juri resikonya besar Lho Kang, kudu objektif dan embeL-embeL bijaksana Lainnya :D

      Delete
  4. Disini lah kenapa setiap manusia harus mempunyai sudut pandang yang luas,, karena eh karena jika sudut pandang sempit pastilah akan terjadi perselisian memandang dirinya selalu benar :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan bahayanya mereka yang seLaLu benar seringkaLi nggak sadar jika meLakukan kesaLahan :D

      Delete
  5. Sesuatu yang merupakan kejelasan akan difahami secara merata dan sama, kecuali bagi orang-orang yang memiliki tujuan dan kepentingan tertentu. Adapun yang berkaitan dengan permasalahan yang tidak pasti yang masih menjadi perselisihan, maka para pakar yang memiliki pengetauan luas atas permasalahan tersebutlah yang berhak memberi pandangan mengenainya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masaLahnya, dogma perseLisihan terLahir dari mereka yang berpengetahuan Luas :D

      Delete
    2. mungkin itu mah karena jenggot yang sering dicukur,heu

      Delete
    3. aiiiih urusan perjenggotan mah, saya teu pipiLuen bisi aya nu kasinggung :D

      Delete
    4. lah tuman, komo batur mah harampang pisan ngobrolna oge.heu

      Delete
    5. hayu atuh urang obroLkeun bari ngopi heuLa ah :D

      Delete
  6. Slingo Games - Sign up now and play for real money right from your
    Slingo is one https://jancasino.com/review/merit-casino/ of https://septcasino.com/review/merit-casino/ the most poormansguidetocasinogambling popular and https://access777.com/ popular slots on https://febcasino.com/review/merit-casino/ the market today. Enjoy classic, traditional slots from the comfort of your home with our

    ReplyDelete