Kalau Lagi Macet Ide

Gagasan tidak perlu dicari-cari bahkan berusaha menggali gagasan yang belum ada, di sekeliling jangkauan anda sebenarnya sudah tersedia lautan gagasan yang siap untuk diselami. Maka bagaimana caranya agar mudah menangkap gagasan?

Begini ceritanya. Tanpa sadar saya jadi keranjingan menulis, bahkan lebih sering mengabaikan pacar-pacar saya yang akhirnya direbut oleh cowok lain ketimbang menelantarkan blog. Itu karena menulis adalah dunia petualangan yang mengasyikan sehingga tanpa sadar semua tulisan saya sering dibaca berulang kali, bahkan juga dibaca oleh orang lain. Itulah sebabnya sampai saat ini anda masih menemukan karya-karya saya di search engine, karena sebab itu juga maka saya jadi buronan pembaca di intermet.

Sejak menyenangi aktivitas ini, saya menyiksa diri dengan menulis tanpa henti, setiap hari semakin bertambah saja dokumentasi konten blog ini dengan berbagai versi, sama dengan jumlah pertambahan penduduk eh pengunjung blog ini. Karena ketika saya memutuskan diri untuk menjadi seorang blogger, berarti harus menulis, kudu rutin mengolah gagasan agar bergizi. Namanya juga lagi menulis berarti saya dilarang membaca, berpikir, mengerutkan jidat dan seterusnya. Yang diperlukan adalah sedikit kemauan untuk membuka diri dan santai, kemudian melemaskan jari yang siap meloncat-loncat kegirangan di atas tuts keyboard komputer, membiarkan ia menari sesuka hati.

Saya tidak munafik, memang pada awalnya ketika menulis yang saya pikirkan adalah penilaian pembaca. Lama kelamaan terjadi konflik batin, berarti jika begitu saya sedang berusaha mencari-cari, menebar senyum basa basi agar pembaca mau pura-pura menyukai karya-karya saya. Sepertinya saya salah minum ideologi, justru akan menjatuhkan mental saya sendiri, ternyata dengan niatan menulis untuk diri sendiri lebih mudah karena saya menulis memang karena ingin menulis. Hal inilah satu-satunya cara agar semua gagasan saya bisa ditangkap, atas dasar tersebut saya tidak pernah membunuh aliran inspirasi, sengaja dibiarkan menembus dinding tanpa mengikatnya menjadi satu.

Saya tidak pernah berhenti di satu titik pembahasan saja, sering uji coba lewat pengembangan topik maupun gaya penyajian berbeda dari biasanya, supaya selalu ada makanan baru yang bisa mengenyangkan perut pembaca. Bila perlu, akan saya paksa mereka sampai menginap di blog ini, karena merasa tidak pernah bisa menghabiskan suguhan terhangat. Tidak hanya tanggal postingannya saja yang baru, tapi berusaha memberikan sajian dengan menu berbeda-beda. Kemarin masak sayur lodeh, hari ini sayur asem, besok capcay, lusa pecel ayam atau pecak lele dan seterusnya.

Dari semua jenis tulisan tersebut, mungkin anda akan memberikan brand bagi saya sebagai blogger gila posting, sinting, miring, pura-pura master dan sebagainya terserah dengan opini anda. Karena saya tidak gila puja puji, apalagi mabuk harga diri yang termasuk juga di dalamnya haus kharismatik.

Kebanyakan tutorial memberikan tips dan trik cara membuat tulisan agar menarik, padahal dari sabang sampai merauke topiknya hanya itu-itu saja hanya cara penyajian agak berbeda. Tapi cita rasa nasehat saya tidak seperti tutorial pada umumnya, hampir selalu saya tekankan agar membuat tulisan supaya enak dibaca, caranya dengan memainkan kata-kata. Oleh karena itu, sebelum menulis saya membebaskan diri dari segala kesulitan yang sedang melanda, melupakan semua teori mengenai tata cara menulis yang baik dan benar karena yang sedang saya tulis adalah artikel, bukan sedang membuat laporan ilmiah tapi sebuah permainan kata-kata demi mengenyangkan perut pembaca. Membunuh segala gangguan apapun yang ada dipikiran karena pada saat ini hanya saya sendirilah yang sberkuasa, mau berbuat apa saja seenak jidat, menikam hantu imajiner dengan pisau kosakata yang belum pernah ada di kamus bahasa. Maka seperti itulah kunci kesuksesan menulis seenak perut.

Saya lebih suka praktek dari pada berbicara tentang teori dan inilah jurus yang ampuh sekali buat saya, telah diterapkan sejak jaman batu. Menulis tanpa berpikir. Contohnya, tulisan yang sedang anda baca saat ini, isinya tidak mengungkap gagasan apapun, apalagi membahas suatu pokok permasalahan sampai dengan memberikan pemikiran untuk referensi solusi. Kali ini saya hanya ingin memberikan contoh ketika hasrat menulis lagi tinggi tapi dilanda macet gagasan. Menulis apa adanya seperti tidak ada beban, baik dari segi pemikiran maupun gaya penyajian yang semaunya.

Apakah saya tidak takut jika pembaca malah jadi kecewa dengan sajian artikel seperti ini?

Itu sih urusan mereka. Karena yang saya takutkan adalah ketika jari-jari saya suka loncat-locat seenaknya, khawatir tuts keyboard smarphone harga sejutaan jadi cepat rusak. Soalnya masih kredit, maka saya hanya memberi ijin sebatas gerakan ringan untuk berputar-putar saja, seperti tarian balet, bukan melompat seperti akrobat.

Merenda Ide Ngawur

Pada awalnya saya tidak ada niat untuk menulis, karena memang saat ini seolah tidak ada ide yang bisa ditangkap, namun dibalik itu menulis tanpa ide justru punya nilai tersendiri. Tanpa diperintah, jemari seperti sedang bergoyang inul memberi semangat untuk segera menulis apa yang mau ditulis, menuangkan berjuta ide yang masih kabur. Mungkin inilah yang disebut saya sudah tewas akibat tenggelam di kolam entri baru, belum merasa puas kalau tidak menulis walau untuk sekedar berbagi, bisa dimulai dari sesuatu yang kotor dan akhirnya dibersihkan atau mengocok imajinasi pembaca sampai salah berasumsi. Biarkan saja para pembaca mempersepsikan sesuai dengan daya tangkap masing-masing. Benang yang kusut akan menjadi terurai panjang jika mau berusaha tekun dalam mengulurnya, kemudian direnda untuk membentuk suatu rajutan yang indah dan menarik perhatian orang lain yang melihat.

Ketika saya lagi sulit terinspirasi berarti harus mengocok imajinasi agar mudah terangsang dalam menangkap intuisi sebagai bahan tulisan. Materinya apa saja, terserah. Saya tidak pernah menggunakan berbagai aturan cara menulis, kekuatan utamanya hanya mengadalkan kreatifitas, adapun ide bisa comot dari sana-sini juga tidak jadi masalah. Sekedar berbagi ide dalam membuat tulisan tanpa berpikir, cuma mendendangkan bait-bait kalimat tanpa wawasan, fokus tulisan hanya pada bentangan kebebasan alam imajinasi dan kira-kira begitulah tips trik menulis dengan cara ngawur. Akibat barusan habis nyimak konten amburadul, akhirnya terciptalah tulisan ini.

Di paragraf ini ada yang mengitik-itik pemikiran saya, kenapa mereka sering berkeluh kesah tentang kesulitan gagasan, padahal kalau selalu mencari dan mencari ide, lalu kapan mulai menulis?

Selagi manusia masih hidup dan memiliki pikiran waras, berjuta memori tersimpan sekitar milyaran ide selalu berlalu lalang, kecuali sudah ko'it. Jangan terlalu jauh-jauh berkhayal khawatir kesasar, nikmati saja apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan, saat sedang bete van bosen sekalipun masih dapat digunakan sebagai bahan penulisan. Caranya, tanyakan pada diri sendiri apa penyebab kebetean tersebut dan bagaimana supaya tidak bete, beri bagian untuk mencegah sampai mensolusikannya, jadikan itu sebagai bahan penulisan dalam kategori informasi bersifat motivasi.

Mungkin anda sering blogadang, suatu saat ada efek negatif dari aktivitas tersebut, misalnya badan jadi meriang. Sesuai dengan yang pernah dikatakan seorang penyanyi lagu dungdat; "Blogadang jangan blogadang kalau tiada artinya, blogadang boleh saja kalau ada artinya bla...bla...bla...". Kiranya itu suatu rangkaian kalimat sederhana namun memiliki makna luas, menyangkut keamanan dan kenyamanan lingkungan sekitar termasuk untuk kesehatan. Maka ceritakan saja apa manfaat anda selama melakukan blogadang dan apa kerugiannya, hal itu dapat dijadikan sebagai informasi bersifat untuk media pengingat serta arti pentingnya kesehatan tubuh.

Ada lagi syair lagu yang isinya kira-kira begini; "Lebih baik sakit hati dari pada sakit di gigi ini...". Maksudnya, sakit gigi (katanya) paling tidak enak, mau apa saja serba salah, bahkan dengar tetangga sebelah menyanyi pun jadi bikin hati jeng-kellin. Disamping itu, katanya akibat dari menyepelekan sakit gigi bisa merambah ke penyakit akut lainnya. Mungkin saja anda atau teman pernah mengalami sakit gigi, sehingga dapat mengemukakan pengalaman tersebut, dari cara pencegahan sampai pada mensolusikannya agar tidak kambuh lagi.

Contoh lainnya apa om?

Pada bagian yang dipertanyakan tersebut berarti anda tidak mudah memahami ketika menyimak sesuatu hal, penyebabnya banyak sesuai dengan alasan masing-masing individu, salah satunya karena terlalu terburu-buru sehingga kurang konsentrasi atau kurang cermat dalam menyimak. Ini bisa dijadikan sebagai tulisan juga lho. Maksudnya, berarti kalau begitu memerlukan data rujukan agar bisa meningkatkan konsentrasi, adalah introspeksi diri, kenapa seseorang bisa berbuat atau melakukan suatu hal?

Nah, bila dapat terjawab berarti itu merupakan ide menulis buat anda.

Ide tulis menulis menyangkut pembahasan mengenai informasi dan manfaat dari sesuatu hal sangat banyak bertebaran dimana-mana, yakni ada di dalam diri masing-masing. Kuncinya adalah hanya seputar mengulas sebab dan akibat, lalu berikan solusinya. Beres deh.

Imajinasi Gila

Ide sederhana bisa terkesan ciamik kalau mau meraciknya secara unik, seseorang akan terkesima oleh sesuatu hal yang tidak seperti biasanya. Ini bukan berarti perbedaan pada tema-tema kebanyakan tulisan, tetapi adalah cara penyajiannya, dengan kegilaan menuangkan apapun yang terlintas di benak berasal dari tajuk yang mungkin sedang trend dibicarakan.

Saat ini saya sedang berimajinasi berada di sebuah warung makan pinggiran jalan, jenis menu yang ditawarkan hanya biasa-biasa saja layaknya sekelas di warteg. Namun cara pelayanan, kemasan sajian, tempat nyaman dan harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Diistilahkan, harga kaki lima tapi kualitas bintang lima, maka saya akan tertarik untuk menyambanginya. Begitu juga dengan tulisan, bila dalam menyampaikan tema-tema yang sudah pasaran namun dalam penyajiannya berbeda maka akan lebih terasa aroma keunikannya. Adapun hal tersebut tidak dianggap unik oleh pembaca, itu sih terserah mereka. Karena porsi saya di sini hanya sebatas memancing ide anda untuk membuat tulisan yang memiliki esensi tersendiri, bukan sebagai pembuat tulisan yang unik.

Perlu diketahui, keunikan tercipta dari cara pandang, bukan dari jenis tulisan. Bila cara pandang penulisnya unik maka secara otomatis tulisannya akan terkesan unik. Jangan terbebani oleh pemikiran bahwa gagasan brilian akan dianggap sebagai suatu tulisan bermutu, belum tentu. Bumbu utama sebagai kunci keberhasilan membangun tulisan yang unik, terletak pada olahan cara pandang yang berbeda dari biasanya. Bukan berarti itu bermakna kontroversi, tetapi diungkap berdasarkan pelurusan maksud dengan cara pandang anda sendiri sebagai seseorang yang ingin memperbaiki kesalahpahaman dari persespi kebanyakan orang. Misalnya, orang lain boleh menganggap tahun baru masehi merupakan acara tahunan yang semarak dilaksanakan oleh berbagai kalangan ummat manusia di belahan dunia, tetapi itu rangkaian acara yang tidak penting bagi anda. Sebab, sebagai seorang muslim anda lebih penting menyemarakan tahun baru hijriah dengan berbagai ritual renungan perbaikan diri, terasa lebih bermanfaat dari pada persepsi sekedar acara hura-hura bahkan bisa menimbulkan huru-hara.

Jika ingin gampang berimajinasi maka kembalilah ke jalan yang benar, pensiun berpikir alim kemudian bersikap bandel, adalah nakal dalam beranalogi. Misalnya sebuah ponsel, kata seorang pengguna atau pedagang menyebutkan bahwa smartphone merk ini bandel, tahan banting. Padahal lebih mudah kalau dikatakan awet. Begitupun dengan kebandelan yang saya maksud, dapat dikatakan sebagai kreatifitas dalam menilai suatu asumsi dengan cara pandang melenceng. Contohnya pada beberapa pelacuran, yaitu dikembangkan dalam sudut pandang yang diartikan belajar, yakni melacurkan diri kepada bahan bacaan untuk medapatkan wawasan terbaru. Impotensi otak, merupakan ketumpulan seseorang dalam mendapatkan ide atau kurang mampu menuangkan ide. Dan lain-lain, karena saya malas menyebutkan satu persatu, anda cari saja sendiri istilah konyol lainnya sebagai bahan praktek.

Beberapa waktu lalu terjadi kasus korupsi yang dilakukan oleh beberapa pejabat negara, dimana perjalanan kasus tersebut sangat menegangkan, juga mendebarkan para pemburu berita aktual. Ujung-ujungnya, banyak pula mereka yang menjadikan tema tersebut sebagai suatu lelucon, atau berita hoax tentang ramalan lengsernya presiden Jokowi atau issue wakil presiden Jusuf Kalla yang lagi sakit dan akan digantikan oleh salah satu menteri dari parlemen Koalisi Indonesia Hebat, tapi ada pula media yang mengulas secara serius.

Sekarang, ketika saya menuliskan artikel ini. Berasal dari ide kabur, entah ujung pangkalnya akan dibawa kemana? Tapi ketika saya berusaha membandel, ngeyel, tidak tau malu, tetap PDOD namun akhirnya dapat menciptakan sebuah tips trik gombal mukio menulis dengan kebandelan ide. Menganalogikan bermacam hal lalu dikaitkan-kaitkan menjadi pembahasan nakal, menyikapi gagasan remang-remang lewat kreatifitas penjabaran. Laksana perih bahasa, tidak ada rotan akar pun jadi. Dalam menulis juga demikian, tidak ada ide maka gunakan kelenturan kreatifitas lewat bahasa santai seperti dialog.

Membongkar Sumbat Inspirasi

Terlepas dari rasa keberanian, banyak yang mengatakan bahwa menulis merupakan hal mudah, pada dasarnya hal ini karena memang dalam memainkan loncatan kata demi kata berlandaskan pada nilai-nilai etis suatu karya.

Kiranya bukan lagi tidak punya ide, tapi karena bingung untuk memulai. Pada dasarnnya, modal awal untuk bisa menangkap ide itu adalah dengan cara memulai, yakni mulai menulis saat ide masih melayang dan tidak berusaha menangkapnya. Pasalnya, ketika salah satu bayangan ide itu ditangkap dan kemudian dituangkan, yang terjadi malah kebuntuan di tengah jalan saat memijat-mijat tuts keyboard. Terhenti, menulis beberapa kalimat, terhenti, menulis lagi, terhenti lagi, menulis lagi dan begitu seterusnya. Itulah yang dikatakan sumbat inspirasi. Coba kalau menulis apa yang ingin ditulis, lakukan terus sampai terhenti dengan sendirinya. Setelah selesai, lalu pada bagian tertentu di sortir.

Bentangkan sayap imajinasi anda. Saat ini saya sedang memancing, banyak ikan berlalu-lalang di kolam itu tapi tidak satupun ikan-ikan tersebut menyentuh umpan di kail. Apa yang akan saya lakukan, berpindah tempat memancingkah?

Tidak! Lebih baik mengganti umpan. Kalau saya berpindah kolam, belum tentu di sana banyak ikannya, malahan mungkin saja sama sekali tidak ada ikan berenang. Saya lebih memanfaatkan kolam ini, peluangnya lebih besar untuk mendapatkan ikan, tinggal bagaimana meramu umpan yang bisa menarik untuk disentuh ikan-ikan nakal tersebut. Tadi pakai umpan cacing, ganti dengan ulat, ganti lagi dengan kroto, ganti lagi dengan serangga, ganti lagi dengan orong-orong, ganti lagi dengan umpan … apalagi ya? Oh, berarti saya harus pindah ke paragraf berikutnya.

Maksudnya, saat bayang ide itu sedang melayang indah, langsung torehkan sesuai keinginan hati. Dimulai dari mana saja terserah, walaupun nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang direncanakan, biarkan saja seperti itu. Selanjutnya tinggal di edit, mengurangi dan menambah bagian yang perlu-perlu saja. Seperti masak mie instan, jika dirasa kurang mantap maka supaya sedap bisa ditambahkan bumbu tambahan, seperti; kecap, saus, merica, irisan cabe, sayuran dan bawang goreng. Dengan kata lain, menyisipkan pemikiran ditengah-tengah torehan imajinasi, sehingga menciptakan rasa yang lezat di lidah pembaca serta bergizi tinggi.

Tidak terasa, pada awalnya memang lagi nggak ada ide tapi setelah saya praktek nulis tanpa berpikir, menulis dengan kejujuran ternyata hasilnya jadi banyak juga ya? Dan inilah yang saya sebut sebagai neraka jahanam bagi pembaca munafik, blog yang bikin kapok pengunjung.
  1. jangan suka blogadang lagi mas, ntar cewenya di rebut lagi, :D. kemampuan menulis saya belum sejago masnya nich, g ada ide aja bisa sebanyak ini. harus banyakin baca tulisan seperti ini, biar imajinasi bisa liar, dan biar tidak terjadi impotensi otak, hehehe..... maksih mas sudah mencerahkan saya untuk kembali ke jalur yang benar. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Mas, trims sudah diingatkan tapi memang bLogadang itu enak sih :D
      cuma iseng-iseng aja nyatuin ide-ide ngawur, ternyata nggak disangka Lumayan banyak juga :D

      Delete
  2. kalau urusan tulis menulis sih Om Rame memang pakarnya xixii... tapi kalau lagi gak ada ide pasti kumat deh judul postingannya hahaha...
    kalau saya sih kadang skrg suka males menulis di blog om, yg di SD juga banyak yg di copas.. jadi skrg mah menulisnya juga seadanya saja hahahaa... yg penting bisa joged saja lah blog nya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi sekarang mah rada insyaf ah, Lagi ngurangin yang hot-hot :D
      sami Kang, disini juga yang ngopas mah meuni payu. tapi biarinLah sok aja, barangkaLi bisa bermanfaat bagi mereka, itung-itung sodakoh pikiran :D

      Delete
    2. iya juga sih Om, itung2 Sodakoh, siapa tau bermanfaat bagi yg copas ya Om, saya juga sering copas dari orang lain hehehee.. :D

      Delete
    3. semoga yang kena copas bisa jadi amaL ibadah ya Kang, dan ngopas jadi tambah pengaLaman :D

      Delete