Baiklah, saya bocorkan rahasia paling kurang ajar ini. Rumusnya sangat berbeda dengan beragaman varian yang sudah diterbitkan oleh buku tata cara menjadi penulis abal-abal sampai menjadi penulis hebat, yang menurut saya itu merupakan tutorial paling banyak ditemukan di belantara internet maupun di toko buku atau di perpustakaan. Tetapi yang mungkin jarang anda temukan adalah bagaimana caranya menjadi penulis kurang ajar yang mudah melampiaskan inspirasi?
Kesalahan anda selama ini, yakni terlalu bersemangat mengikuti seleksi menulis, kebanyakan mikir agar karya-karya anda lulus dari sistematis penyaringan kualitas. Maka disitulah letak kesulitan anda dalam menerjunkan gagasan, bahkan anda terbelenggu untuk menjadi penulis otentik, padahal mungkin saja ide tersebut justru akan memukau pembaca. Misalnya; menulis agar mendapat sanjungan dari pembaca, menulis untuk dilombakan, menulis supaya lolos dari sensor pihak penerbit buku, menulis tentang promosi suatu produk dan bermacam cara menulis yang tujuannya harus mendapat nilai kelulusan dari sebuah lembaga penjurian. Sebelum nulis sudah khawatir dianggap tidak layak, maka wajar saja jika malah jadi terobsesi oleh keminderan dari pada berpikir agar gagasan anda mulus take off, efeknya matilah inspirasi sebelum sempat ditangkap dan dipelihara baik-baik sampai melahirkan karya terbaik. Ide alami yang terkubur tanpa jasad.
Semangat menulis yang terlahir dari seremonial format dan segala aturan main orang lain akan melucuti psikologis anda, merusak aura sebuah transfer inspirasi, arwahnya jadi pucat pasi karena ketakutan oleh kekangan prosedural. Originalitas sebuah pemikiran terbelenggu oleh standart teknis dan segala ketentuan, kebebasan inspirasi melempem akibat orang lain merampas kemerdekaan dan keunikan olah bahasa yang biasa anda gunakan. Akibatnya imajinasi anda jadi luluh lantak, akhirnya tulisan anda adalah barang mass product yang satu dengan lainnya tidak jauh berbeda, sebab memang terlahir karena proses cetakan, bukan dari pengolahan hand made.
Nah, saatnya saya menghasut anda agar menulis secara kurang ajar, mengumbar gagasan semaunya. Aktivitas menulis menjadi tumpah darah ekspresi, semudah memotong kertas dengan silet, menulis secara kreatif, tulisan yang mecubit indera pembaca, mengelus mereka secara kurang ajar.
Jika anda ingin menjadi penulis yang kurang ajar seperi saya, begini caranya. Semisal anda pernah radang gusi seperti yang sedang saya alami pada saat ini, terjadi pembengkakkan di sekitar wilayah akar gigi dan sakitnya lebih kejam dari ibu tiri. Kemudian dari bermacam ramuan dukun santet hingga resep dari dokter kandungan telah dicoba, akhirnya anda sembuh dari penderitaan sakit gigi. Maka perlu diketahui, disitulah letak inspirasi sebenarnya. Yakni, mengungkap pengalaman secara otentik, mendalami akar permasalahan yang benar-benar telah dilalui dan jadilah sebuah karya berdasarkan pengalaman yang secara tidak sengaja menjadi sumber penulisan. Saya yakin, cara mengungkap fakta ini lebih mudah dari pada karang mengarang dalam rangka berbagi pengetahuan, padahal belum diketahui cara pasti otentikasi faktanya. Sewenang-wenang mengutarakan pemikiran orang lain tanpa bukti.
Lalu, apakah harus sakit gigi dulu sebelum menulis?
Itu sih terserah anda! Mau ngerasain meninggal dulu, setelah itu menceritakan pengalaman anda selama berada di alam kubur juga boleh. Intinya setahu saya, sakit gigi lebih kejam dari sakit hati maka hanya fakta itulah yang bisa saya kemukakan, dan memang begitulah nyeri yang sedang saya rasakan ketika gigi lagi cenut-cenut.
Artinya. Untuk menuliskan fakta sejarah atau sebuah pengalaman sangat mudah. Bahkan benar-benar kurang ajar, bukan?
Eh, ngomong-ngomong ada yang tau obat untuk gusi bengkak? Soalnya resep dari dokter bedah, enggak mempan!
Kalo Gusi Bengkak saya sih pake Listerin atau betadine kumur,,, lumayan nyiksa sih tapi setelah itu mendingan.....
ReplyDeletekaLo sekarang mah udah waras, itu kejadian waktu nuLis. soaLnya nih artikeL Lumayan udah Lama parkir di draft :D
Deletetrims infonya.
semoga sakit gigi lagi. aminkan :D
Deletesemoga yang mengaminkan diLipatgandakan dosanya :D
Deletehuhuhu dia mah gitu orangnya
Deletebiasanya mah kan gitu kaLo di facebook :D
DeleteKalau menjadi penulis otentik sepertinya meski pikir-pikir dulu. sebab meski bisa juga menulis artikel saat sakit gigi., tau sendiri kalau sakit gigi mah senggol dikit bacok :D
ReplyDeletenah ituLah kehebatannya mamang, biar Lagi sakit gigi juga bisa sambiL nuLis Laporan posting :D
DeleteHeu tapi saya ma yakin meskipun mamang sudah menjadi penulis otentik, jikalau disaat nulis ada tukang kaos yang lewat pasti takan mampuh. :)
Deletekaraos karaosss :D
hahahaha.., emang betuL sih mun kaos nu kitu mah :D
Delete