Menguji Keaslian Om Rame di Internet

Kalau soal cerdas, intelek, berwibawa, suka telanjang bebas di sembarang tempat. Pastilah itu Om Rame. Yang saya maksud bukan sosoknya, tapi arwah tulisan-tulisan di blognya. Padahal blognya juga nggak bagus-bagus amat tampilannya, selera warna juga tidak pernah jauh-jauh dari warna dasar hitam-putih mirip kayak penglihatan orang buta warna. Widgetnya juga norak, apalagi alexa pageranking masih jutaan rupiah tapi dengan pe-de tetap dipamerin, belum lagi pernak pernik Google+ followers yang cuma diikuti oleh segelintir peminat, PR google juga masih N/A. Pokoknya kelihatan jelas bukan blog bermutu!

Tetapi biar begitu, sepak terjang saya sudah terkenal di belantara internet maka jangan heran jika banyak yang kepingin numpang ngetop, nebeng tenar di nama besar saya. Alih-alih ribuan blogger lain pada bikin blog kloningan. Bahkan, blog terdahulunya sempat tewas ditikam dari belakang, akhirnya dikubur oleh google di taman pahlawan blogger, tapi belakangan ini tampaknya ada blogger lain yang membangkitkan kembali blog tersebut. Setelah saya melahirkan blog baru.

Begitulah resiko sebuah merk ternama dan anda harus memakluminya. Jangan salahkan mereka, tapi belajarlah dari kesalahan-kesalahan orang lain agar lebih sukses dari mereka, maka tiru lah keberhasilan mereka yang sudah sukses. Sehingga wajar jika banyak orang yang iri terhadap mental blogging saya, itu karena mereka pengecut untuk menjadi blogger kirang ajar seperti saya. Beraninya cuma jadi musuh dalam selimut maya. Mereka belum berani untuk bersikap terbuka, masih pura-pura malu mengembangkan sebuah kebejatan pikiran manusia, pura-pura lugu, padahal di belakang layar ramai-ramai membentuk kelompok pergunjingan secara sewenang-wenang.

Biarlah, itu mereka. Sebab, sepertinya saya tipe blogger pendiam. Malas ikutan ngumpul-ngumpul di forum gosip, apalagi jalan-jalan cari massa demi memperkuat dukungan. Tapi cukup cerewet dengan tulisannya sendiri, untuk dirinya sendiri dan dibaca sendiri. Jika pun ada orang lain yang baca, tidak diwajibkan untuk memberi nilai. Sebab kedatangannya tidak pernah disambut, begitu pula selalu membuka pintu lebar-lebar bagi tamu yang mau minggat. Tidak perlu pamitan, karena memang kedatangannya juga tidak dipedulikan.

Bahkan, saya sempat juga mendeklarasikan tentang kenaikan pangkat menjadi blogger master, termasuk anda pun tentunya sudah sering memuji kecanggihan saya dalam mengolah bahasa tapi tidak perlu anda akui. Fakta membuktikan, sudah banyak komentar mengatakan; “Bla…bla…bla… tulisan-tulisannya MAS TERkonyol deh” atau ada pula yang berkata; “Semoga MAS TERtarik untuk berkunjung balik ke blog saya”.

Dengan begitu, berarti saya sudah layak bukan menjadi blogger master?

Maka silahkan panggil saya dengan sebutan; Blogger MAS TERkeren, MAS TERkoplak, MAS TER… dan lain-lain yang membuat saya jadi tidak tega jika disebutkan satu pesatu.

Wah, lama-lama jadi ngelantur nih cuma membicarakan tentang kelebihan-kelebihan diri saya sendiri, tapi saya juga bukan tipe makhluk pengidap narsis. Toh memang karena saya tidak memiliki kekurangan, kecuali keparat sempurna dan suka menjelek-jelekan diri sendiri, padahal memang sudah rusak mental.

Artinya. Masalah identitas itu penting, supaya anda jangan tertipu oleh kemasan. Penjual kecap pasti akan mempromosikan kalau barang dagangannya manis, padahal tidak ada kecap yang pahit. Walaupun itu jenis kecap pedas, kecap asin atau kecap manis tapi tetap saja namanya kecap, maksudnya masih ada bumbu manisnya. Nah, kira-kira begitulah reaksi mereka yang ikut numpang dari ketenaran nama Om Rame. Sedangkan Om Rame yang asli, seperti promosinya tukang cabe. Pasti pedas, karena memang tukang pukul mental paling keparat, walau begitu tapi tetap saja anda masih rajin menyaksikan saya menyeret-nyeret mental pembaca sampai ke lantai dasar dan sering nonton tayangan ketika saya sedang mecampakkan stempel sosial. Betul?

Setelah mengetahui keaslian Om Rame, diharapkan anda jadi tambah takut untuk menampakkan diri di blog ini. Juga tidak lagi membuka-buka halaman lain. Kecuali, benar-benar ingin mengkomsumsi obat keras dosis tinggi.

*Efek samping: hipertensi, serangan jantung, uring-uringan.
  1. Moal komen ah bongana asa nyindiran uae, :D
    terkadang di dunia maya itu seseorang bisa punya muka 2 kaya film ular di indosiar nya kang ? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha...
      sebenerna mah teu maksud nyindir, tapi mun aya nu ngarasa kesinggung eta mah di Luar dari maksud pembicaraan :D

      Delete
    2. untung saya mah teu kasindir, da teu ya nama saya sih di postingana geh hahahaa

      Delete
    3. heuheu kade atu kang mun untung mah ulah hilap k mamang, ulah jiga nu diluhurn lah pokona ma :D

      Delete
    4. si kang rame mah siluman spion kenca :D

      Delete
    5. @Kang Eka:
      tah eta tah maksudna, nu penting mah teu nyebutkeun secara personaL :D

      @Kang Awan:
      biasana mah mun tos untung sok poho ka tatangga :D

      @Kang Hendri:
      pendekar syair berdarah :D

      Delete
    6. teuh nya sok apal-apal uae, tapi saya ma yakin teu kitu si akang eta ma :)

      Delete
    7. moga-moga wae seLaLu bisa menjaga amanat, khususnya bagu janda-janda muda :D

      Delete
  2. ternyata sekarang sudah bertambah lagi ya Om julukannya xixixii... udah jadi MAS TER .... saya mah sudah tidak kaget Om Rame mau nulis, mau posting, mau ngedumel atau mau Curhat di Blog juga wkwkwkaaa.... udah kebal hahahaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. tiap komen bawa ransel kang eka mah. yakin lah udah kuat pastinya :)

      Delete
    2. pokona mah bade naon ge da bLog-bLog saya, nu mawar paket internet ge saya. mun bade nuLis masa kudu Lapor ke Kang Eka :D :D

      bener tah ceuk Kang Awan, mung Kang Eka mah sapopoe ge mawaan ranseL wae. mantak jadi kuat :D

      Delete
  3. MAS TERngangenin ieu mah beda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. eta mah tos jadi jargon nu dipatenkeun, terkenaL hingga ke manca negara :D

      Delete