Telah sekian lama menjalin hubungan cinta tidak menjamin akan adanya tanda positif menuju ke arah yang lebih serius. Tapi setidaknya bisa diketahui ciri-ciri akan dibawa kemana hubungan itu. Dalam mengukur tingkat keseriusan cinta memang belum ada standarisasi berdasarkan ISO, namun salah satu tolok ukur berdasarkan analisis budaya terhadap beberapa sikap yang ditunjukkan bisa juga dijadikan sebagai ciri tingkat keseriusan pasangan anda. Misalnya sebagai berikut.
Kompak. Ini adalah suatu pengambilan sikap dan tanggung jawab secara bersama-sama. Yakni, terjalin sebuah kerjasama yang baik, maksudnya bergerak secara bersama dalam mengambil sikap perencanaan maupun pelaksanaan. Terjadi klik. Misalnya, dalam hal urusan berbagi pekerjaan maupun keuangan.
Tempat favorit. Tentunya setiap orang memiliki tempat terfavorit untuk didiami ataupun dikunjungi, jika sudah memiliki kesamaan dan kesepahaman makna dari tempat tersebut maka menunjukkan kedua belah pihak punya tempat ideal untuk bernostagia. Selain itu, perjalanan bersama seperti halnya liburan adalah salah satu cara untuk meningkatkan keintiman.
Respon terhadap suatu masalah. Lebih fokus untuk menyelesaikan permasalahan demi keutuhan hubungan, dari pada sekedar membicarakan inti permasalahan tanpa diketahui terlebih dahulu akar permasalahannya. Saling tanggap berkomunikasi untuk solusi, mungkin ada yang salah atau sedang ada yang dipermasalahkan, atau bisa juga salah satu pihak sedang ada masalah.
Setelah memperoleh tanda-tanda keseriusan hubungan, maka biasanya berlanjut kepada tahapan yang lebih tinggi, misalnya melaksanakan proyek cari muka. Yakni berupaya merebut hati calon mertua, serta simpati seluruh anggota keluarga si doi. Adanya perjuangan, pengorbanan dan keberanian juga salah satu proses pembuktian dalam memberi signal keseriusan hubungan. Memang tidak mudah dalam meyakinkan hati camer tapi hal ini penting, menunjukkan bahwa perhatian anda kepada putri mereka dengan sepenuh hati, sedikit terbuka terhadap tujuan hubungan anda sekaligus membuka diri tentang kehidupan pribadi anda. Nah, dengan begitu dalam urusan melobi calon mertua memiliki seni tersendiri, berani unjuk gigi di hadapan camer maupun keluarga besar sang kekasih.
Pertemuan pertama bisa membuat seseorang jadi grogi, apalagi disuguhkan dengan ribuan pertanyaan menyangkut diri anda dan lainnya. Jangan khawatir, santai saja seperti berbicara dengan orang tua teman. Sesekali melontarkan candaan pun tidak masalah, asalkan bebas tapi sopan, percaya diri sambil menjaga etika berkomunikasi. Karena rasa cemas akan membuat anda gugup, sebab semua orang yang berada dalam satu tempat masih dalam tahap beradaptasi satu sama lain. Maka bersikaplah utuh sebagaimana diri anda sendiri, tetapi pastikan putri mereka tetap aman saat bersama anda.
Ketika diperlukan untuk memuji, maka lakukan secara tulus dan wajar tanpa unsur dibuat-buat, sekedar untuk menghangatkan suasana. Misalnya pujian tentang kelezatan jamuan, penampilan mereka, keharmonisan keluarga, mengomentari penataan ruang dan hal lain bersifat positif. Meningkatkan nilai-nilai kepedulian, bukan sekedar hanya memperdulikan hubungan anda berdua saja, tapi juga memberikan perhatian khusus kepada keluarga mereka. Langkah pendekatan jenis ini biasanya ampuh untuk merayu hati camer, melibatkan diri seolah anda sudah seperti menjadi bagian dari anggota keluarga mereka. Termasuk pada hal-hal sepele, misalnya turut dalam membenahi bekas tempat makan atau minum.
alhamdulillah saya berhasil kang dan lolos seni melobi mertua waktu itu, caranya kita cari tau yang dia suka, beliin tuhkesukaannya.beres kan? hahahaha
ReplyDeletemungkin bisa dipraktekkan untuk kesuksesan meLobi dengan camer yang berbeda Kang :D
Deletebisa kang, poko nya si mertua harus dibikin bahagia aja atuh intinya, meskipun awalnya si calon mertua ga suka sama kita jgn putus asa, cari titik lemah..matikan :D
Deleteiya Lah, masa udah dikasih anaknya tapi orang tuanya maLah dikecewain :D
Deletejurus-jurusnya boLeh juga tuh buat referensi, barangkaLi ada yang mau nambah daftar mertua :D