Di belantara blogging ada dua istilah blog, yakni nofollow dan dofollow. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tetapi masih bisa dibilang berimbang. Karena itu adalah pilihan, tergantung dari cara pandang narablog dalam menentukan apakah blognya ingin berjalan di sistem nofollow saja atau beralih ke dofollow. Maka dari itu, kali ini saya coba membongkar definisi, kelebihan – kerugiannnya, mengubah blog nofollow menjadi dofollow, dan cara mengetahui blog yang berjenis kelamin dofollow. Pastinya, anda akan lebih meminati yang paling banyak kelebihannya, tapi apakah dari kuntungan-keuntungan tersebut tidak mengandung resiko yang besar terhadap perkembangan suatu blog? Begitu pula sebaliknya?
Definisi
Secara standar, pengaturan komentar di suatu blog berada di posisi nofollow. Gunanya untuk meminimalisir kemunculan komentar spam. Nofollow disebut juga tag (komentar) yang sengaja dimasukan ke dalam blog, bermanfaat sebagai motor atau memerintahkan bot mesin pencari agar tidak mengikutsertakan link ke tag bersangkutan. Diasumsikan, blog nofollow memiliki rambu larangan masuk pada mesin pencari untuk melacakanya. Karena link yang ditinggalkan tersebut, sesungguhnya tidak mengetahui bagian dari jaringan tag tersebut.
Berarti dofollow adalah kebalikan dari nofollow, yakni link-link yang ditinggalkan dalam tag memakai rambu terbuka kepada mesin pencari. Memberi perintah agar robot pencarian dapat melacak link-link tersebut, kondisi ini menyebabkan mesin pencari dapat membaca dan menelusuri setiap link yang ada di blog dofollow. Tag yang berada di blog dofollow akan dianggap sebagai backlink oleh mesin pencari. Diistilahkan, ketika mesin pencari sedang menelusuri suatu link maka secara otomatis seolah link tersebut telah mengundang si robot supaya mampir ke rumah pemilik tag. Berbeda dengan tag di blog nofollow, mesin pencari seolah masuk ke dalam rumah tapi memasuki ruang-ruangan yang ada di rumah tersebut.
Kesimpulan. Bahwa, blog dofollow akan memberikan backlink otomatis dari setiap link yang ditinggalkan pengunjung melalui komentarnya. Sedangkan pada blog nofollow, akan memperoleh backlink jika link pengomentar mendapat respon atau di klik.
Kelebihan – Kekurangan Blog Nofollow
Sesuai dengan definisi di atas, karena tag nofollow tidak terlacak oleh robot pencarian, maka secara otomatis jumlah spam komentar dapat diminimalisir. Khususnya aman dari prilaku blogger yang sering meninggalkan jejak kentut di kotak komentar. Dengan kondisi ini, memungkinkan akan lebih sedikit pengunjung yang akan berkomentar, sebab banyak juga blogger yang pilih-pilih tipe blog untuk meninggalkan komentarnya.
Tetapi bila suatu halaman blog minim spam, maka tentunya akan ramah terhadap robot pencarian, berarti dengan begitu posisi pagerank di blog yang seperti ini akan lebih stabil. Sebab kecil kemungkinan akan dicurigai sebagai blog penimbun spam. Karena pada beberapa kasus, kerap terjadi suatu blog masuk ke dalam penjara sandbox akibat banyaknya spam yang nyangkut di blog tersebut.
Dalam hal ini, berarti kelebihan dan kekurangan memiliki blog berpengaturan nofollow, kiranya permasalahan utama hanya berada di seputar angka pengunjung dan komentar yang masuk. Untuk mensiasati hal tersebut, untuk menggiring pengunjung maka kuncinya adalah optimasi meta otak melalui postingan yang menarik dan berdasarkan originalitas.
Kekurangan – Kelebihan Blog Dofollow
Blog dofollow akan dimudahkan dalam menambah jumlah pengunjung, terutama bagi sesama narablog yang bertujuan sama, karena dianggap telah membuka jalan backlink bagi siapa saja melalui komentarnya. Dengan begitu dapat meningkatkan traffic, sehingga juga diharapkan dapat berdampak pada peningkatan pagerank. Tidak dipungkiri, sebagian besar blogger akan lebih sering meninggalkan komentar di blog dofollow, hal itu karena berharap mendapat cipratan backlink. Ini pun tentunya berlaku bagi mereka yang haus backlink, merasa berkewajiban untuk menebar komentar asalkan mendapatkan backlink gratisan.
Diibaratkan, blog dofollow apalagi dengan pagerank tinggi adalah sebagai pohon yang banyak menghasilkan buah, maka secara otomatis akan banyak tetangga mengincar untuk turut mencicipi buah hasil panen. Apalagi kalau pohonnya berjenis bibit unggul.
Tetapi karena banyak blogger ingin berburu backlink, besar kemungkinan akan sering mendapati komentar asal nyablak, bisa jadi justru dianggap sebagai spammer. Maka otomatis mudah mendapatkan banned dari google, kalau blog jenis ini lebih banyak memiliki link eksternal dari pada link yang masuk. Biasanya untuk mengatasi keseimbangan antara link keluar dan masuk, akhirnya sesama pemilik blog dofollow akan memberdayakan komentar di blog sejenis. alternatifnya, adalah dengan mensubmit ke berbagai search engine atau pun melakukan pertukaran link.
Biarpun dihitung bolak balik maju mundur, antara kelebihan dan kekurangan blog nofollow dan dofollow, tidak lain adalah untuk mendapatkan backlink dengan cara tertentu. Dalam konteks ini terdiri dari kedua pilihan tersebut, perburuan utamanya adalah peningkatan angka traffic sebanyaknya dan untuk mengejar pagerank.
Menurut saya, jika hanya ingin mendapatkan traffic dan meraih pagerank secara instan, yang utama adalah popularitas suatu blog di mata search engine. Dengan memiliki blog yang berpopularitas tinggi, maka secara otomatis jumlah traffic akan sebanding, caranya adalah dengan memperbanyak dan meningkatkan kualitas konten.
Mengubah Blog Nofollow jadi Dofollow
Apapun pilihannya semua tergantung anda, ada yang tetap bertahan di jenis nofollow, seperti saya. Tapi ada pula yang menginginkan untuk memiliki blog dofollow. Kesemuanya memiliki konsekuensi tersendiri, antara kekurangan dan kelebihan. Tujuan saya hanya memfasilitasi bagi anda yang ingin mengubah blog nofollow menjadi dofollow, adalah sebagai berikut.
1. Masuk ke akun blogger.
2. Pilih menu “Template”, kemudian klik “Edit HTML”. Jangan lupa, supaya aman unduh dulu template lengkap sebagai backup, barangkali nanti terjadi suatu kesalahan.
3. Cari kode seperti di bawah ini, lalu dihapus.
<a expr:href='data:comment.authorUrl' rel=’nofollow’><data:comment.author/></a>
Gantikan dengan kode berikut ini.
<a expr:href='data:comment.authorUrl'><data:comment.author/></a>
Jika telah selesai, selanjutnya tekan tombol “Simpan Template”. Maka blog nofollow anda sudah berubah menjadi dofollow. Jika malah mengalami kesalahan penyimpanan, cari saja kode rel='nofollow' melalui kotak pencarian (Ctrl+F). Kemudian ganti kode tersebut (berwarna merah) dengan rel='dofollow'. Jika ingin kembali ke jenis kelamin semula (nofollow), maka tinggal mengganti tulisan rel='nofollow' menjadi rel='dofollow'.
Cara Membedakan Blog Nofollow dan Dofollow
Untuk mengetahui suatu blog, apakah berjenis kelamin nofollow atau dofollow, maka caranya sebagai berikut.
#Cara Pertama
Jika menggunakan browser firefox, anda menuju ke sebuah halaman blog yang sudah ada komentarnya. Arahkan kursor tepat di nama atau link pengomentar, lalu klik kanan dan pilih properties. Maka akan muncul tampilan keterangan yang menginformasikan bahwa blog tersebut berjenis nofollow (ada tulisan Relation: nofollow). Begitu pun untuk blog berjenis dofollow akan menginformasikan hal yang sama.
#Cara Kedua
Dapat dilakukan oleh jenis browser apa saja, yakni dengan cara menampilkan source page. Caranya, membuka salah satu halaman blog yang ada komentarnya, arahkan kursor ke halaman itu kemudian klik kanan dan pilih view page source. Cari salah satu link pengomentar, jika bertuliskan seperti ini berarti blog yang dimaksud berjenis nofollow.
<a href='url-pengomentar' rel='nofollow'>Nama Pengomentar</a>
Sedangkan untuk jenis blog dofollow akan menampilkan link pengomentar, sebagai berikut.
<a href='url-pengomentar' rel='dofollow'>Nama Pengomentar</a>Atau tanpa atribut "rel" :
<a href='url-pengomentar'>Nama Pengomentar</a>