Bisa dibayangkan betapa kesal saat berkunjung ke suatu blog yang sangat berat dibuka saat jaringan koneksi internet sedang berada diambang batas minimum, bagai mengangkat orang obisitas. Misalnya hanya berada dalam kecepatan rata-rata di bawah 64 Kbps, akan memakan waktu tidak sebentar untuk menampilkan halaman secara utuh. Belum lagi bagi pengguna smartphone yang umumnya terbentur paket internet terendah bin lemot kadang hanya sanggup berada di posisi GPRS, sementara harus dibebani dengan tonase template yang lumayan over weight. Maka kiranya, perlu pertimbangan ekstra agar bisa menciptakan rumus waktu loading dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, tanpa harus menunggu lama tapi langsung byaaar…
Desain Tampilan
Ketika mengunjung suatu blog tentu akan kerasan jika tampilannya menarik, bukan hanya itu namun juga diimbangi dengan isi yang enak untuk disimak. Menurut saya, tolok ukur sebuah blog yang menarik adalah pada proses enteng loading, memberi kemudahan pengunjung dalam mendapatkan apa yang mereka butuhkannya, cermin kesederhanaan desain namun tetap sedap dipandang.
Sesuai rumus standar, bobot template diusahakan tidak lebih dari 100 Kb, jika perlu lakukan diet besar-besaran agar bisa mencapai penurunan bobot hingga minimal 50%. Sedangkan total waktu memuat keseluruhan halaman tidak lebih dari 20 detik, pada rata-rata kecepatan koneksi internet. Biasanya untuk mengukur ini saya gunakan di ponsel sebagai pembanding, karena ringan dibuka dengan laptop atau komputer konvensional melalu jaringan wifi, tapi belum tentu ringan bagi gadget android dengan kuota super murah meriah. Namun, arti sebaliknya akan berbanding terbalik.
Kerjasama antara pengunjung dengan narablog menjadi salah satu kunci utama keberhasilan blogging, apa artinya blog jika tidak ada pengunjung yang mampir? Dan bagaimana nasib pengunjung jika tidak pernah mendapati blog membuat mereka merasa nyaman?
Sehingga manjakanlah pengunjung dengan memberi kemudahan kepada mereka dalam memahami konsep blog, juga ketika mereka melakukan pencarian terhadap konten yang dibutuhkannya. Jika mempermainkan harus terlalu banyak klak-klik-kluk dahulu baru bisa menemukan apa yang mereka cari, itu sama saja mempersulit pengunjung dan anda siap-siap saja nantinya blog anda seperti kuburan angker. Sepi pengunjung. Ibarat mini market, melalui sistematis layanan mandiri tapi lokasi penempatan barang dan susunan produk rapi sehingga konsumen dapat dengan mudah dan cepat menemukan sesuatu yang ingin dibeli. Tapi apa jadinya kalau benda kecil justru tersembunyi di balik benda berukuran besar, begitu sulit untuk menemukannya, harus membongkar satu-persatu tiap tumpukan barang. Dengan begitu bisa memanfaatkan fungsi daftar isi, label postingan, menu dropdown, artikel terkait bisa membantu untuk mengatasi permasalahan tersebut. Fasilitas menu pencarian pun dapat difungsikan sebagai alat pendukung, tapi kadang proses pencariannya kurang spesifik, maka buatlah kotak pencarian yang benar-benar akurat saat digunakan.
Kesederhanaan yang dimaksud adalah meminimalisir widget pernak-pernik, taburan bintang-bintang di malam hari padahal hari masih siang, selalu ada embel-embel ribet yang mengikuti kemana kursor diarahkan, kelap-kelip lampu diskotik membuat mata perih, warna-warni cat seperti sekolah TK, tebaran iklan berserakan laksana sampah di TPA Bantar Gebang, malah kadang ada juga iklan yang menutupi halaman konten. Karena, sesuai pengalaman saya saat blogwalking ke blog yang seperti itu malah jadi berimajinasi dan bertanya-tanya sendiri. Ini pasar malam atau blog yah, atau jangan-jangan justru diskotik blog?
Kontan tanpa harus dikredit langsung klik, menutup tab. Enggan rasanya kembali lagi walaupun sebenarnya banyak produk yang saya butuhkan di sana, tapi saya berpikir logis, masih banyak super market lain berjejer di pasar tradisional google. Cobalah meletakan diri sebagai pengunjung, apa yang anda harapkan ketika mengunjungi suatu blog. Maka disitulah titik idealitastis seorang pengunjung,, walau setiap orang memiliki sudut pandang berbeda-beda, tetapi setidaknya sudah bisa meminimalisir perbedaan persepsi dan keinginan. Beberapa poin penting kesamaan sudah dimiliki, berarti setiap sesuatu yang kurang disukai masih dalam tahap asumsi kewajaran. Tidak menjadi masalah berarti. Sehingga dalam menciptakan tampilan blog yang menarik namun tidak seberat bobot mobil container, juga warna yang teduh menentramkan mata.
Mempercepat Loading
Pernak-pernik yang dipasang pada sidebar, mungkin bertujuan untuk kebutuhan tetentu ataupun sebagai pemanis tampilan . Semakin memasang widget maka otomatis bobot template semakin bertambah bobot template, sehingga perlunya memilah widget yang sesuai dengan kebutuhan saja. Bagi pebisnis dunia maya akan rakus sekali memasang berbagai iklan disemua bagian template, itu hak mereka. Saya tidak turut campur. Tapi perlu diperhatikan selektif dalam memilih iklan, iklan apa saja yang produktif dalam menghasilkan dollar, kalau hanya dipasang sedangkan hasilnya nol besar buat apa juga ditempel. Cuma bikin ribet tampilan.
Beberapa narablog beranggapan, dengan menyetel lagu (termasuk memuat video) tertentu akan membuat nuansa seni tersendiri, mungkin sebagai teman saat menjalankan aktivitas blogging atau alasan lain. Tapi celakanya, menampilkan lagu yang secara tidak langsung memaksa pengunjung supaya ikutan mendengarkan, musik otomatis tapi tidak dilengkapi dengan menu stop/pause.
Penggunaan warna-warni yang menyolok mata, lebih baik memilih warna dasar. Bisa juga disiasati dengan pemilihan hanya beberapa warna saja, mungkin hanya memilih 3 atau 4 warna, tinggal memainkan perpaduannya agar terlihat lebih ciamik. Mungkin jika perlu, sesekali menyambangi web profesional untuk mengintip perpaduan warna yang cantik dan menarik, tetapi itu juga tergantung juga dengan selera warna yang anda sukai. Di samping masalah kenyamanan pandangan, di sisi lain proses pemanggilan beragam kerlap kerlip warna juga memerlukan waktu yang tidak sebentar, sehingga semakin sedikit gradasi warna yang dipergunakan maka otomatis akan mempercepat tampilan.
Bila dalam postingan terdapat gambar pendukung, sebaiknya terlebih dulu gambar tersebut di kompres atau ukurannya diperkecil, bisa juga mengganti format misalnya PNG diubah dalam bentuk JPEG. Sebab dengan menggunakan ukuran gambar besar akan memerlukan bandwith yang cukup besar, sehingga untuk menampilkan secara utuh kadang membutuhkan beberapa waktu. Untuk mensolusikannya, silahkan menuju ke situs image optimizer.
Memang saya bukan blogger master yang pandai merumuskan bahasa coding atau visual basic versi HTML, CSS, JavaScript, jQuerty dan struktur bahasa berbasis prototype sebagainya. Tetapi setahu saya, pada umumnya struktur coding pada setiap template (khususnya blogspot) itu sama saja, yang membedakan adalah peletakan setiap menu yang berada di dalamnnya. Dalam satu fitur bisa dibuat dengan coding yang bertele-tele seperti postingan kali ini atau dapat pula dibuat dengan kode yang dipersingkat. Tetapi bila anda mau mencermati lebih dalam, maka di setiap template yang umumnya digunakan banyak sekali memakan tempat yang tidak perlu.
Nah, maka bagi yang sudah paham dengan koding CSS, bisa dengan cara manual atau dengan bantuan online tool untuk mengkompres dan merampingkan kode CSS. Yakni, menghilangkan kode yang tidak diperlukan dan secara otomatis akan terpadatkan. Silahkan menyambangi CSS drive compressor. Bisa juga dengan bantuan dari pemantau markup koding yang error, semakin koding di suatu template banyak yang error maka akan semakin berat pula loadingnya. Tetapi sebaiknya dalam melakukan ini, adalah sebagai langkah terakhir setelah anda yakin sudah tidak lagi mengutak-atik kode template, karena efeknya coding-coding jadi saling merapat dan agak sulit dicari ketika akan memodifikasi struktur kode.
Pada struktur coding banyak menanam error markup HTML, sehingga pembacaannya menjadi lebih makan waktu berefek pada kecepatan loading. Sarana untuk mengecek permasalahan ini dapat memanfaatkan fasilitas validator. Di sana akan terinci lebih dalam, kode bagian mana yang terdeteksi mengalami kecacatan.
Dari menggunakan fungsi readmore, sebaiknya dalam halaman beranda hanya menampilkan judul postingan, contohnya seperti di blog ini. Walaupun menampilkan 10 atau lebih postingan di homepage tapi tetap ringan.
Dari beberapa metode di atas, kiranya sudah dapat membantu dalam mengatasi permasalahan menyangkut memaksimalkan loading blog. Sebenarnya masih banyak cara lain, tapi akan dibahas pada episode berikutnya. (bersambung)